Ini Dia Tugas BABINSA” Dalam Melaksanakan Tugas dan Komunikasi Sosial di Masyarakat Desa

Senzangwarna. com– Bintara Pembina Desa atau (Babinsa) adalah unsur pelaksanaan Koramil, Pos TNI AL, dan Lanud yang bertugas melaksanakan Pembinaan Teritorial (Binter) di wilayah pedesaan kelurahan. Babinsa dijabat oleh seorang Bintara,Tamtama TNI berpangkat Kopral Satu sampai dengan Sersan Mayor merupakan pelaksana Koramil, Babinsa dalam melaksanakan kewajibannya bertanggung jawab kepada Danramil.
Menurut Letkol Inf Drs. Solih” dalam tulisannya.

Baca Juga:
. Desa Mekarsari-Ngamprah Sebagai Desa Terbaik Dalam Penyaluran BLT

. Desa Pasirhalang Cisarua, Desa Yang Sangat Kental Dengan Sejarah

. Bantar Gebang Dahulu Sepi, Kini Banyak Yang Berubah.

. Ini Dia Cara Mengecek Nomer NIK KTP Secara Online, Melalui Website Dan Media Sosial

Keberhasilan tugas suatu Satuan teritorial untuk memantau situasi di tiap-tiap pelosok tanah air bergantung pada organisasi dan personilnya itu sendiri. Sedangkan keberhasilan tugas tersebut sangat ditentukan oleh kemampuan aparat teritorial itu sendiri mulai dari satuan teritorial tingkat pusat sampai tingkat yang paling rendah. Apabila dikaitkan dengan situasi sekarang ini, program pemerintah dalam hal pembangunan memerlukan perhatian yang cukup besar terutama koter. Kemampuan Pembinaan Aparat Teritorial. Untuk mendidik aparat teritorial agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik di suatu Lembaga pendidikan dibutuhkan tenaga pembina aparat teritorial yang handal, punya kemampuan pengalaman yang lebih baik dibandingkan dengan yang dibinanya.

Lembaga Pendidikan teritorial sebagai salah satu pembentuk aparat teritorial yang diharapkan dapat membentuk aparat teritorial yang handal sesuai kebutuhan dilapangan, dan tidak terkesan dengan asal mengisi kekosongan, namun jauh-jauh sebelumnya sudah disiapkan pengkaderan, karena tugas Babinsa atau aparat teritorial semakin berat dan komplek. Kita liat tugas babinsa kedepan selain pandai bergaul, juga mampu berkomunikasi sosial dengan masyarakat yang begitu heterogen bermacam-macam status sosial yang dihadapi oleh seorang Babinsa, ada tokoh agama, tokoh masyarakat, mahasiswa, ormas, pelajar dan bahkan petani, seandainya Babinsa tidak memiliki kemampuan tentunya kalau menghadapi masyarakat tersebut tidak akan nyambung bahkan hilang kepercayaan masyarakat terhadap Babinsa sebagai aparat pembina Desa.

Open

Masih ada kekurangan dari aparat dari teritorial itu sendiri untuk melaksanakan tugasnya secara maksimal dikaitkan dengan keadaan tiap-tiap individu yang belum yakin akan keberhasilan tugas yang diembannya.

Bekal Babinsa sebelum diterjunkan ditengah-tengah masyarakat harus matang, baik itu mentalnya, pengetahuan umum, agama, budaya dan rasa solidaritas terhadap perkembangan dilingkungannya, dan yang terpenting komunikasi sosialnya diinsentifkan untuk menjaring input masyarakat yang harus dipecahkan jangan sampai berlarut-larut, respon seorang Babinsa harus bisa menyakinkan masyarakat agar masyarakat respek terhadap aparat Babinsa, segala persoalan yang dihadapi masyarakat tentunya akan disampikan kepada Babinsa, dan jangan sebaliknya kehadiran Babinsa menjadi momok menakutkan masyarakat dan masyarakat menjadi antipati terhadap Babinsa.

Babinsa sedang membantu masyarakat

Sikap Teritorial/Babinsa menjabarkan wujud nyata penghayatan dan pengamalan Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI dalam bentuk tingkah laku dan cara bergaul antara lain :a. Murah senyum.
b. Tegur sapa.
c. Rasa hormat & terima kasih.
d. Kenali adat istiadat.
e. Larut diri disetiap lapisan masyarakat.
f. Positif dalam tata susila.
g. Kesediaan untuk membantu.
h. Selalu ikut giat keagamaan.Babinsa harus memiliki kemampuan komunikasi sosial dengan komponen masyarakat dan aparat pemerintah lainnya, sehingga melalui komunikasi tersebut Babinsa dapat mengajak komponen-komponen yang ada untuk ikut berpartisipasi dalam perencanaan, penyiapan dan apa yang diinginkan oleh pemerintah sebagai program unggulan untuk mensejahterakan masyarakat. Dalam kehidupan bermasyarakat tentu membutuhkan komunikasi. Tanpa komunikasi kehidupan terasa gelap bahkan dapat dikatakan tersesat. Dengan komunikasi kita dapat mempelajari serta menafsirkan situasi apapun yang akan dihadapi. Dengan komunikasi juga dapat beradaptasi serta mengatasi situasi situasi yang sedang terjadi.

Baca Juga:
. Saat Pandemi Civid-19, Pengusaha Furniture Rontok, Walau Ada Sebagian Yang Kebanjiran Order.

. Pendiri Telegram” Angkat Bicara Masalah Aplikasi Pesan WhatsApp Tidak Aman.

. Menjelang Tahun Baru Harga Sayur-Mayur KBB, Mulai Ada Kenaikan Dibanding Bulan Kemarin

Salah satu tujuan komunikasi sosial adalah terbentuknya suatu aktualisasi diri pribadi, stabilitas sosial, tertib sosial, penerusan nilai-nilai lama dan baru di masyarakat sehingga dapat memupuk, membina dan memperluas kesadaran bermasyarakat. Komunikasi sosial berkaitan erat dengan komunikasi antar satuan/institusi dalam pembangunan di bidang keamanan serta bagaimana komunikasi harus dilakukan, sehingga berperan sebagai penunjang pelaksanaan program-program pembangunan lain, dalam rangka menciptakan perubahan pada suatu sistem sosial yakni perubahan sosial. Fungsi lain dari komunikasi sosial memudahkan masyarakat dan babinsa dalam menghadapi masalah yang ada maka dengan komunikasi bisa dirembukan bersama mencari yang terbaik, melalui komunikasi sosial lah tentunya hal sesulit apapun bisa ditangani dengan mudah.

Pesan Older Buka Disini..

Komunikasi sosial antara masyarakat dengan institusi terkait dapat diwujudkan apabila terjadi interaksi sosial dengan inovasi-inovasi baru sebagai konsekuensi wujud dari tujuan/kebutuhan yang sama seperti program pemerintah untuk ketahan pangan, melalui Babinsa sebagai tenaga penyuluh pertanian yang tidak terjangkau oleh penyuluh pertanian dari Dinas Pertanian, maka Babinsalah mengkomunikasikan kepada petani, bagimana untuk bisa menanam padi dengan kualitas unggul dan hasil yang bagus ini menurut hemat penulis salah satu terobosan Inovasi-inovasi baru Babinsa dan petani terjalin komunikasi sosial yang dibangun untuk dapat diimplementasikan dalam mengatasi permasalahan yang timbul dalam suatu sistem sosial yang ada dimasyarakat dan mengurangi gesekan-gesekan dimasyarakat. Permasalahan-permasalahan dalam komunitas masyarakat, perlu mendapatkan perhatian oleh sistem sosial yang ada terutama hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan sosial yang bersifat menunjang kehidupan masyarakat. Implementasi yang paling penting adalah pembangunan non fisik adalah pemahaman tentang pentingnya “komunikasi” dan cara “berinteraksi” antara masyarakat dengan intitusi terkait sehingga akan terjadi kesejahteraan yang diharapkan.

Melalui Komunikasi sosial Inovasi-inovasi dapat diakomodir oleh pihak-pihak terkait yang bersentuhan langsung dengan kehidupan sosial, baik itu kelompok masyarakat, organisasi, institusi pemerintah dan institusi lain (lembaga-lembaga sekolah) yang dapat mengambil bagian dalam mengatasi setiap permasalahan sosial di masyarakat, kedepan akan terwujud keamanan dan kenyamanan bersama.

Pemberdayaan aparat teritorial harus dilakukan secara terus menerus dalam mendukung tugas pokok TNI, dengan kondisi yang telah berubah bukan berarti masalah pemberdayaan aparat teritorial luput dari perhatian kita bersama, justru pada saat kondisi sekarang di saat kemajuan berpikir dan kemajuan ilmu pengetahuan yang semakin tinggi dituntut kreativitas dan inovasi kita dalam melakukan pemberdayaan aparat teritorial yang dilakukan oleh masing-masing Angkatan dengan saling bekerjasama dan salin berkoordinasi baik secara internal maupun eksternal, TNI tidak boleh tinggal diam dengan perkembangan kondisi tapi justru berperan aktif dalam membangun suasana kondusif di tengah masyarakat, bukan membuat kegaduhan, misalnya ada beberapa oknum Babinsa berkata kasar dan memaki-maki masyarakat.

Sementara Masyarakat terkadang tidak mengetahui akibat perilaku Babinsa yang menyimpang dari tugasnya, padahal sudah dirujuk untuk mengayomi masyarakat pedesaan yang membutuhkan informasi secara benar baik masalah hukum dan UU Republik Indonesia.Babinsa berperan penting dalam sebuah wilayah desa, sehingga dengan adanya Babinsa masyarakat menjadi lebih tenang dalam melaksanakan tugas sehari-hari, sehingga permasalahan masyarakat desa menjadi lebih kondusif.

Dalam TAP MPR disebutkan, TNI berperan sebagai alat pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sebagai alat pertahanan negara, tugas pokok TNI yaitu menegakkan kedaulatan negara, keutuhan wilayah berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, serta melindungi negara dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa.

Penulis dan Editor Niko
Senzangwarna.com

Berikut apabila ada pelaporan, bisa melalui website
https://www.lapor.go.id/instansi/tentara-nasional-indonesia

Tinggalkan komentar