Ekonomi Masyarakat Lesu, Banyak Yang Beralih Budidaya Tanaman Hias.

0
280

Cisarua-Senzangwarna.com

Ekonomi Masyarakat saat pandemi Covid-19, belum juga terlihat adanya peningkatan, banyak masyarakat yang beralih usaha budidaya tanaman hias.

Seperti tanaman Bakung Lilium app, Bakung putih atau Crinum asiaticum, beringin Fucus benjamina, Biduri atau Widuri calotropis gigantea.

Borocoa, Bogoenville, Bunga air Mata, Rose, Bunga ashar, Kemboja yang sudah di bonsai, Talas-talasan bunga melati, Bidara Arab, Dahlia, Melati, pohon merah dan lain-lain.

Tanaman hias, Dahlia ungu

Tanaman hias salah satunya yang saat ini jadi tren, terbukti dari banyak penjual tanaman hias mulai menggeliat lagi.

Seperti pedagang tanaman hias di daerah Bogor, Jalan Pajajaran, Pedagang tanaman hias KBB, tanaman hias Parongpong. Tanaman hias daerah Cipanas-Cianjur dan tempat penjual hias lainnya, menurut seorang pembeli tanaman hias yang kami temui dari Jakarta, menurutnya saat ini keluarganya lebih banyak dirumah dan mengurus beberapa tanaman hias yang selama ini kurang terawat, maklum saja menurutnya, “saya dari dulu memang suka tanaman hias, makanya pas ada pelonggaran PSBB saya coba keluar rumah dengan keluarga, sekalian beli beberapa tanaman hias untuk ditanam depan rumah.

Penjual tanaman hias Bogor

Lain lagi pembeli dari Bandung, saya beli tanaman hias karena meliaht kawan tanamannya bagus-bagus, awalnya kurang seneng sih, tapi semenjak liat tanaman punya teman jadi suka, karena pohonnya lucu dan unik, dan harganya juga bervariasi dari yang 150.000 sampai 250.000 tergantung ukurannya.

Harga tanaman yang lagi hits misalnya, Bromelia Neoregelia Purpel Brush Rp 420.000

Bibit Bunga Aglonema Rp 950.000, Palem phonix Rp 450.000.

Bonsai Kelapa yang sedang tren.

Tanaman Bonsai Kelapa sudah jadi Rp 100.000. sampai Rp 5000.000.

Sampai menjanjikan bukan?.

Nah bagi sahabat semua yang akan berjualan tanaman hias, tidak ada salahnya untuk mencari datanya dulu di internet sebagai rekomendasi, walau hargnya tidak seratus persen sama.

Penulis dan editor Niko