Biaya Rapid Test Dan PCR Kemahalan, Rumah Sakit Apa Aji Mumpung?

Senzangwarna.com-Kebijakan Kemenhub soal Penumpang Pesawat hanya perlu hasil rapid test corona dinilai harus lebih tegas jangan hanya sekedar rapid test.

Buy and Sell text links

Kesehatan masyarakat sangat penting, harusnya tes PCR saja.
PCR adalah: merupakan suatu teknik atau metode perbanyakan DNA secara enzimatik tanpa menggunakan organisme , atau disingkat dari Polymerase Chain Reaction.
Menurut Rahmad Handoyo anggota DPR dari PDIP menyoroti.
“Mahalnya biaya rapid test dan test PCR itu harus jadi perhatian, Jangan sampai ada pihak yang aji mumpung, mencari kesempatan dalam kesempitan,”katanya.
Dikatakan Rahmad, meskipun persyaratan telah dilonggarkan, biaya rapid tes serta PCR yang cukup fantastik dan memberatkan masyarakat harus tetap jadi perhatian. Apalagi, katanya, alat tes PCR buatan dalam negeri juga sudah mulai diproduksi.

Buy and Sell text links

Rahmad berharap biaya PCR bisa terjangkau oleh masyarakat, karena masyarakat bisa memeriksakan secara mandiri. Dan pemerintah hendaknya memprioritaskan pengadaan Labolatorium PCR di semua Rumah Rakit Umum Daerah (RSUD).
Karena sebelumnya test PCR adalah suatu kewajiban bagi masyarakat yang akan menggunakan atau berpergian menggunakan transpotasi umum, baik itu kereta api, bus dan pesawat terbang.
Persyaratan ini tujuannya untuk mencegah penularan virus corona.
Namun masyarakat banyak yang keberatan, terutama pihak maskapai dan transportasi lain.
Sehingga akan berpengaruh, mahalnya biaya PCR dan test rapid yang sudah ditentukan antara 400 ribu sampai 3 juta rupiah untuk bisa mengakses layanan tersebut.
Walau akhirnya dilonggarkan, oleh Menteri Perhubungan Budi Karya, selasa 6/6/2020 dan calon penumpang Domestik tidak perlu test PCR cukup ravid test saja
Banyaknya yang mengeluh akibat mahalnya rapid test yang mencapai 500 ribu kepada para pegawai atau karyawan biasa, yang sebenarnya mereka dengan kondisi saat ini saja sudah sangat sulit, apalagi harus mengeluarkan biaya seperti itu, menurut seorang pekerja buruh pada kesempatan lain.
Ada juga yang berasumsi, apabila dimurahkan banyak orang yang membuat, sehingga ini akan berdampak buruk terhadap penularan covid-19.
Niko/SW.

Tinggalkan komentar