Menjalin Silaturahmi dari Grup ke Grup Facebook di Bandung

Senzangwarna com-Beberapa Tahun Kebelakang Grup Facebook sangat rame dengan banyaknya Grup, Grup Komunitas, Bodor (Humor), Informasi, Politik bahkan Jual Beli Barang dan Kuliner juga tidak kalah ramenya.

Hosting Unlimited Indonesia

Namun dengan mudahnya membuat Grup Media Sosial Facebook, sehingga anggotanya pun masih tetap dari Grup yang mereka ikuti, tarik menarik, namun konsep dan caranya yang berbeda.

Acara Kopdar Grup Rebab.

Grup Politik Pra Pemilu Menjadi grup Facebook yang banyak dibuka dibanding grup lainnya.

Bahkan walau grup Komunitas dan jual beli sekalipun masih terselip informasi pemilu dan mengajak untuk kandidat yang mereka pilih.Perlu kepala dingin ketika membuka sebuah grup atau beranda orang lain saat Pra Pemilu.

Dimana semua menonjolkan kandidat yang mereka akan pilih, tidak jarang komentar yang sedikit nyindir dan membuat panas hati pembacanya menjadi sangat kental dalam adu argumentasi, sehingga terkadang sedikit panas.
Dengan bergulirnya waktu dan Pemilihan Presidennya yang carut-marut, membuat kedua belah pihak masih saja tidak seharmonis dulu, beda pilihan ketika itu, menjadi sikap kehati-hatian dalam berargumentasi.

Namun ini hanya sebuah pilihan, sehingga banyak sebagian orang menganggapnya sudah usang.
Namun bagi yang sudah terlanjur sakit hati, itu tidak mudah, banyak dari sahabat, kawan media sosial menjadi sangat malas dalam berinteraksi.
Media sosial harusnya tidak demikian, berbeda pilihan ketika itu, tetap saling sapa, namun dari hasil pemilu kemarin sangat besar dampaknya, banyak yang sampai saat ini masih merasa kecewa, dan belum move on.

Grup Facebook juga akibat banyaknya sumber dan konten-konten yang tidak benar, Beda dengan grup yang secara interaksi lebih ke informasi Masyarakat, kuliner, Umkm, bodor, atau grup humor.

http://www.mathewfurniture.com

Grup yang masih eksis saat ini walau tidak Serame dahulu, sebab adminnya sendiri bersikap tegas dalam menyortir setiap postingan anggotanya, walau terkadang admin sendiri kecolongan akibat banyaknya anggota yang membuat status dan mengirim konten.

Tidak sedikit juga yang sengaja membuat status, agar grup itu terkena baned, namun yang lebih tragis lagi dalam sebuah grup satu orang mengirim beberapa akun palsu, dengan cara saut -menyaut, seakan mereka sedang berkomentaria.

Padahal sedang mencari data, apakah grup itu benar netral atau membatasi semua yang berbau politik. Sehingga sering terjadi grup mengalami penghapusan, anggotanya dari kalangan orang politik, dari para buzzer, biasa akan lebih cepat grup tersebut hilang, banyak konten porno, saling hujat, tidak sesuai standar komunitas, banyak pelaporan, jual hewan, senjata tajam, berita bohong dan lain sebagainya.

Berikut beberapa grup Facebook yang Eksis sampai saat ini :

  • Grup Rebab (reueus babarayaan), yang dibentuk oleh Asep Rahmansip.
  • D’Cakakak ( Sempal Guyon Urang Sunda) grup Yang di komandoi Dewa Ebell dan Kang Hade Sukma Tea walau sempat juga hilang.

  • Gemastama, Grup ini sendiri digawangi Oleh Aki Gempur yang termasuk masih eksis saat ini.
    Selanjutnya yang masih tetap eksis adalah Grup SDKBB Bandung Barat, walau grup ini sendiri jungkir balik akibat berkali-kali hilang, dan membuat yang baru.
    Grup yang di Gawangi Oleh “Budi Juliansyah ini, memang anggotanya sudah sangat banyak dan tersebar disetiap Desa di KBB, sesuai yang saya tulis anggotanya sendiri memang pecahan dari beberapa grup yang ada disekitarnya dengan berbagai alsan, seperti postingan perlu persetujuan, postingan hilang dan postingan yang dihapus.

Membuat group Media sosial Facebook kalau ingin aman hidari beberapa Konten dan poto dibawah ini.

  • BUC Grup orang Cipongkor misalnya, anggota dan adminnya sendiri sebagai anggota SDKBB, Kang Yopie Alamsyah” Pria yang plamboyan inipun sering bertemu dengan admin SW misinya dan gagasannya juga sangat bagus untuk dipahami oleh anggotanya.
    Begitu juga SKKBB, Tumaritis, yang digawangi Oleh Djoko Prianto, KBKM,
    Dan masih banyak lagi grup yang anggotanya tetap sama, dari beberapa persen anggota yang sama dan terkadang mendapat informasi serupa dari grup yang diikutinya.

  • Baraya Mang Eusleum, Grup cabe rawit yang anggotanya baru sekitar dua ribuan lebih ini, anggotanya sangat aktif, karena grup BME Sendiri digawangi Oleh Admin Lee, yang justru lebih keinteraksinya secara nyata dari pribadi masing-masing, bahwa orang sunda, selalu bercanda dan guyon untuk menghilangkan kepenatan, sehingga dalam semua postingannya selalu nyeleneh dan lucu.

  • BSE .Bobodoran Sunda Euyy.. juga termasuk grup yang sampai saat ini masih eksis walau tidak seramai dulu.

Namun kali ini pihak Facebook sudah memperketat kepada semua grup media sosial Facebook mulai Tahun 2019.
Banyak grup Media Sosial yang tiba-tiba saja menghilang susah diakses lagi, sehingga ribuan anggotanya merasa kehilangan.

Akibat yang timbul dan yang akhirnya di hapus oleh pihak Facebook diantaranya:
Berita bohong, Jual beli Hewan, Kekerasan tanpa ditutupi, Konten porno, vodeo sadis, rokok, dan senjata tajam (Sajam) namun untuk peringatan dan dan penonaktifan sementara akibat menulis seorang HRS.

Berikut yang kami kutip dari laman Tempo.com
Menurut Kepala Kebijakan Keamanan Siber Facebook Nathaniel Gleicher menjelaskan bahwa penghapusan akun dan halaman Facebook dan Instagram melalui proses investigasi internal yang berkelanjutan. Facebook mengidentifikasi akun dan halaman itu dengan melihat bagaimana perilaku akun tersebut.”Untuk menghapus akun dan halaman kami menggunakan dua metode, yaitu secara otomatis dan human review. Investigasi ini tidak terjadwal, jadi ketika kita mendeteksi dan menemukan banyak akun yang perilakunya tidak otentik maka kita akan melaporkannya,” ujar Gleicher, melalui panggilan video di Kantor Facebook Indonesia, Jakarta, Jumat, 12 April 2019.

Jadi mulai Tahun 2019 Facebook sudah mengeluarkan kebijakan terhadap akun Facebook dan grup yang tidak baik, sehingga sampai saat inipun masih banyak grup yang anggotanya sudah mencapai ratusan ribu hilang secara tiba-tiba.

Black Friday Promo Hosting Unlimited Indonesia

Bagi yang belum memahami mungkin ini sangat mengagetkan, tidak bisanya interaksi yang meraka lakukan, sehingga terkadang menjadi sebuah pertanyaan dari semua anggota.
Kenapa bisa hilang, kena hacker, atau ada yang sengaja melaporkan sehingga di blokir oleh pihak Facebook.
Dengan adanya informasi diatas jelas bahwa semua kegiatan kita dipantau oleh Facebook atau dari beberapa komunitas yang mengatasnamakan anti hoax yang dibentuk, entah itu dari Pemerintah, atau dari Independen, walau disitu tertulis Independen terkadang banyak dari akun-akun yang tidak pro Pemerintah sangat cepat terdeteksi dan hilang.

Penulis dan Editor Niko.

http://www.mathewfurniture.com

Tinggalkan komentar