13.8 C
New York
Selasa, Mei 11, 2021
Beranda Health Mengambil Hikmah dari Social Distancing Sebagai Renungan

Mengambil Hikmah dari Social Distancing Sebagai Renungan

Senzangwarna.com-Merebaknya Covid-19 melumpuhkan semua sektor ekonomi, baik secara individu atau secara kelompok usaha yang banyak bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Namun yang perlu kita catat, dalam kehidupan kita hari ini adalah. betapa virus ini menjadi momok yang sangat menakutkan kesemua elemen Masyarakat, sehingga Pemerintah bertindak membatasi aktifitas Masyarakat Indonesia juga Dunia, bahkan menyetopnya agar tidak berinteraaksi langsung, walau berinteraksipun seakan saling curiga mencurigai, bagaimana tidak berbicara saja kita harus berjauhan.
Coba kita lihat negara Italia, coba kita lihat Spanyol , Amerika, Korea. mereka semua bukan negara yang secara ekonomi anak bawang, bahkan secara kedisplinan hidup mereka perlu kita contoh.

Hosting Unlimited Indonesia

Namun kenapa mereka yang justru sudah lebih dulu menerapkan Lockdown masih saja terjadi penyebaran virus dan memakan korban?, Ingat tidak semua negara bisa menahan Penyebaran Covid-19 ini secara tekhnologi saja, seperti Italia dan Amerika namun perlu adanya kerjasama satu sama lain agar tidak menjadi sebuah ketakutan yang sangat dalam.
Sugesti adanya Virus masuk kewilayah kita, ketempat tinggal kita, perlu kita sikapi dengan hati yang tenang, meminta pertolongan Tuhan, berdo’a dan melaksanakan himbauan Pemerintah.
Secara teori bagaimana dengan kita, yang hanya menerapkan Social distancing dan Lockdown pun baru sebagian wilayah saja.
Subsidi dan bantuan mereka lebih hebat, secara tekhnologi mereka jagonya.
Bagaimana dengan kita, untuk memberi jaminan pangan aja harus membuka donasi, tujuannya untuk memperingan kinerja para medis dalam menanggulangi penularannya yang semakin luas dengan memberi bantuan Sedang masyarakatnya hanya di intruksikan berdiam di rumah.
Bisa kita bayangkan untuk medisnya aja kita merasa ketar ketir, bagaimana untuk rakyat yang saat ini, untuk biaya hidupnya saja sangat sulit, dengan adanya peraturan lockdown dan social distancing, keluar rumah mereka dilarang apabila tidak penting, usaha banyak yang tutup, industri meliburkan karyawannya, para buruh dirumahkan, bidang jasa tidak laku seperti biasanya.
Secara teori, inilah yang paling mudah menular secara pemikiran otak manusia dengan masih semerawutnya aturan yang diterapkan, orang-orang masih berkeliaran, dengan dalih hidup dan mati di tangan Tuhan, sementara yang lainnya tetap diam dirumah dengan apa adanya.
Sebagaian masyarakat hanya bisa mengeluh, sementara Pemerintah ibarat orang tua yang dirumahkan dengan modal pas-pasan oleh boss nya.
sementara keinginan dari semua anak-anaknya lumayan banyak. ada yang pindah sekolah, beli mobil, beli motor, malah orang tuanya sendiri pusing memikirkan anak yang lain dengan uang yang lumayan besar, bila dituruti semua.
Ibarat makan buah simalakama, walau ujung-ujungnya harus dihadapi juga.
Sebab banyak yang kritisi dan memberi masukan, tidak ada pilihan lain, apakah anaknya harus mati berjatuhan bila ini tidak cepat di tanggulangi,minimal saat ini memberi rasa aman.

Hosting Unlimited Indonesia

Wacana tidak akan bisa memberi solusi selain rembukan dengan kakak, abang, orang tua dan tetangga, karena langkah terbaiknya.
Yaitu anggota DPR, para ahli, akademisi dan para tokoh semua memberi solusi.
Memang benar, hidup dan mati hanya Allah yang mempunyai kekuasaan untuk memintanya, kapan kita mati dan hidup.
Namun bukan artinya kita membiarkan kapal yang sudah hampir tenggelam, dengan hanya berpasrah diri, tanpa kita berusaha, menyiapkan pelampung dan alat pengaman lainnya.
Disamping itu kita bisa berkaca dari hadits ini, sebagai pegangan agar kita lebih tenang. “Berdiam diri di rumah atau sosial distancing di saat wabah pandemi corona ini juga mempunyai nilai ibadah dan mendapatkan pahala. Dalam sebuah hadist riwayat Imam Bukhari dijelaskan, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
Diceritakan dari A’isyah RA: Saya bertanya kepada Nabi Muhammad SAW tentang wabah tha’un. Beliau menjawab: Sesungguhnya tha’un itu peringatan Allah bagi siapa saja yang Dia kehendaki dan rahmat bagi orang-orang beriman. Tiada orang yang pada saat musim wabah tha’un melanda dan dia berdiam diri di rumah dengan sabar dan beribadah kepada Allah, meyakini bahwa dia tidak akan terkena suatu bencana kecuali atas takdir Allah atas dirinya, maka dia akan dicatat mendapatkan pahala orang syahid.”
Imam Ibnu Hajar memberikan komentar atas hadist tersebut. Sesuai maknanya hadist, bahwa siapapun yang melakukan diam diri di rumah di saat wabah melanda dengan sabar, maka dia mendapatkan pahala mati syahid meskipoun dia tidak meninggal. (Fathul Bari: 10/194).
Ketiga, menangislah atas dosa-dosamu. Yaitu, bertobatlah dari dosa-dosa masa lalu dengan tangisan penyesalan sejati sebagai bukti kesungguhan atas pertaubatan, dan kemudian bekerjalah untuk memperbaiki diri di masa yang akan datang.
Sejatinya kita harus melaksankan PerintahNya, apa yang sudah diajarkan dalam hukum Allah agar di terpakan, terkadang kita semua lalai dan Sombong, bahwa kita akan mati kita akan dipintai Pertanggung jawabannya kelak, ucapan kita yang terlalu sombong terhadap alam ini, selalu mengurasnya tanpa memperhitungkan dampak yang akan timbul.
Kita boleh saja takut, kita boleh mengikuti anjuran pemerintah, sebagai warga negara yang baik. namun yang perlu kita ingat adalah semua ini adalah kehendak Allah, tidak ada kekuatan maha dahsyat selain kehendakNya.
Ingat kekuatan gempah dan Musibah lainnya tanpa dari izin Allah tidak akan pernah terjadi.
Begitu juga dengan Wabah Corona ini, namun hakekatnya menjaga diri juga suatu kewajiban, agar kita tidak lupa berdo’a meminta pertolongan.
Kalau medis saja tidak bisa menghentikan secara menyeluruh, mungkin doa dan dan sandaran kita kepada Illahi yang lebih dari segalanya.
Negara lain banyak yang kesulitan dalam menumpas covid-19, walau secara teori mereka lebih hebat.
Namun terkadang kita lalai, ternyata doa adalah sebuah obat yang sangat dahsyat, ini bisa kita lakukan karena Allah Maha Penolong dan Pemberi Selamat.

Semoga Kita Semua di lindungi Oleh Allah SWT.

Penulis dan editor Niko.

Iklan.
Bukan hanya sekedar mencari kehangatan..
Namun khasiat dari Jahe merah (si Dengdong) tinggal seduh,tidak perlu repot, hubungi ya 08112135351 (WA) untuk pesan melaui online..

Artikel Populer

Recent Comments