Chef Juna Usai Sembuh Dari Covid-19, Saya Makin Parno.

0
104

Buka untuk informasi.

Senzangwarna.com- Siapa Yang Tidak Kenal Juri Master Chef Indonesia Ini, Ternyata Sempat Terkena COVID-19.

Kalau yang selama ini Sering mengikuti acara MasterChef di Stadion TV Swasta, pasti Kenal yang namanya Chef Juna.
Chef Juna Adalah seorang Chef yang lebih cenderung menonjolkan tato di tangannya. dan berambut lebih panjang, berbeda dengan dua juri yang lainnya, tidak seperti Chef Juna. Salah satunya Chef Arnold, kecuali Chef Renata yang juga memiliki Tato di punggung dan di leher.
Chef Juna Mengaku, setelah terinfeksi COVID-19, dirinya menjadi semakin paranoid setelah dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Baca Juga: Kemenkes Mengizinkan” Semua Rumah Sakit di Indonesia, Baik Negeri dan Swasta Untuk Memberikan Layanan Pasien COVID-19.

Baca Juga: Surat Tes Covid-19 Palsu” Rawan Terjadinya Penularan

Dia Merasa khawatir, dirinya bisa terinfeksi kembali, sebab menurutnya, dokter yang merawatnya ada kasus yang seperti itu, terinfeksi kembali.
Menurut kumparan. Pada saat terinfeksi virus corona.

Chef Juna sempat menjalani perawatan di rumah sakit selama tujuh hari, dan setelah dinyatakan negatif” Menurutnya jadi semakin Parno, karena dokter di RSCM tempat ia di rawat ada yang bilang ada yang case” Ini yang kedua kalinya, seperti dilihat dari Channel Youtube Merry Riana.
Chef Juna mengaku tidak ingin merasakan kembali dirawat di rumah sakit karena positif COVID-19.
“Soalnya mati gaya di rumah sakit. Saya benar-benar sendiri. Saya beruntung dapat yang sendiri. Ada yang berenam, ada yang berempat,” tutur Juna.
Sebelum dinyatakan positif COVID-19, pria 45 tahun ini mengungkapkan dirinya merasa tidak enak badan usai pulang dari Bali.
Pada saat itu, Chef Juna merasakan sakit di bagian tenggorokan. Namun, menurutnya, hal itu sudah kerap terjadi sejak lama.
“Jadi 2005, itu waktu di Amerika saya pernah kena step throat yang parah. Lalu sembuh. Semenjak 2005 itu setiap imun turun yang kena ini (leher) duluan,” ucap Juna.
Chef Juna dan kekasihnya pulang dari Bali pada 9 Januari lalu. Dua hari kemudian, ia merasakan tidak enak badan.
Setelah itu, Chef Juna merasakan demam tinggi. Demamnya tidak turun selama dua hari berturut-turut.
Merasa tidak wajar dengan kondisinya tersebut, pria bernama Juna Rorimpandey ini memutuskan untuk melakukan tes swab PCR.
“Beruntung juga dari sembilan kali PCR, akhirnya dapat juga positif (COVID-19),” ungkap Juna seraya tertawa.
Setelah dinyatakan positif COVID-19, Chef Juna menjalani pemeriksaan paru dan tes darah. Kondisi pernapasannya saat itu masih bagus.
Hanya saja, Juna kehilangan indra perasa dan penciuman. Namun kondisinya membaik setelah masuk rumah sakit.
“Pas masuk (rumah sakit) gejala yang saya rasakan tinggal pusing saja. Hari kedua di rumah sakit secara klinis sudah bagus. Tapi, tetap stay seminggu,” tutup Juna.
(Kumparan.com).

Baca Juga: Tradisi Tarawih Yang Hilang, Disemua Masjid Dan Mushola Akibat Covid-19.

Baca Juga: Jalan KBB Banyak Yang Rusak” Netizen KBB Teriak di Media Sosial.

Berikut Profile Chef Juna.
Nama Lengkap:
Junior Rorimpandey (lahir di Manado, Sulawesi Utara, Indonesia, 20 Juli 1975; umur 45 tahun) atau lebih dikenal dengan panggilan Chef Juna adalah seorang koki yang menjadi terkenal setelah menjadi juri di acara memasak MasterChef. Ia sudah mengundurkan diri dari jabatannya yaitu Executive Chef di Restoran Jack Rabbit Jakarta pada akhir Juli 2011. Saat ini ia menjadi juri di acara MasterChef Indonesia.

Penulis dan Editor Niko
Senzangwarna.com

Buka Untuk Informasi..