Meski Diguyur Hujan” Jakarta Tidak Banjir, Ko Bisa, Ini Ternyata.

Jakarta Senzangwarna.com
Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Juaini Yusuf mengklaim bahwa program antisipasi musim hujan 2021 telah dilakukan sejak awal 2020.

“Kami juga punya 8.000 pasukan yang siap mengantisipasi genangan. Masing masing kecamatan ada 40 petugas yang sudah berjaga ketika mendung datang,” jelasnya.

Untuk sumur resapan, saat ini sudah terbangun 2.974 sumur resapan untuk pencegahan banjir di DKI Jakarta. Adapun 2.974 titik sumur resapan tersebut dikerjakan oleh tujuh instansi wilayah masing-masing di DKI Jakarta.

Baca Juga: Ini dia Peryataan Gubernur Jakarta “Anis Baswedan” Memberlakukan PSBB

Baca Juga: Gubernur DKI” Anis Baswedan Di Pukul Semakin Mantul.

Baca juga: Kota Bekasi Berada Di Jawa Barat,Tapi Rasa Jakarta.

Dinas SDA membangun 975 titik, Sudin SDA Jakarta Selatan 570 titik, Sudin SDA Jakarta Timur 456 titik sumur resapan. Sudin SDA Jakarta Pusat membangun 359 titik, Sudin SDA Jakarta Barat 352 titik, Sudin SDA Kepulauan Seribu membangun 132 titik, dan di Kawasan Monas dibangun 130 titik sumur resapan

“Sumur resapan diharapkan tidak hanya mengurangi volume air dari limpasan hujan, tetapi juga bisa dimanfaatkan sebagai cadangan air di musim kemarau,” ujarnya.

Sementara itu, Anies mengungkapkan, DKI Jakarta telah menyiapkan pompa stasioner sebanyak 487 unit di 178 lokasi. Salah satu pengendalian air yang cukup penting di Jakarta adalah rumah pompa Pluit yang berlokasi di Jalan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, yang terus dioperasikan secara optimal untuk pengendalian banjir di daerah hilir Jakarta, yaitu Jakarta Utara.

“Saat ini terdapat 10 unit pompa dan enam unit genset dengan jumlah operator sebanyak 38 personel,” kata Anies yang dikutip dari akun Instagram miliknya @aniesbaswedan.
Dikutip dari Instagram @dinaslhdki.
“Anies menilai, memasuki musim hujan keberadaan pompa merupakan bagian terpenting dalam pengendalian banjir Jakarta. Pemprov DKI Jakarta akan selalu memastikan kesiapan pompa di rumah pompa, sehingga diharapkan tidak ada masalah saat pengoperasian di musim hujan.

Hal ini tentu saja banyak beragam komentar di media sosial.
Warganet rame-rame memuji kinerja Anis Baswedan” Dengan berbagai komentar.” Kalau Jakarta Banjir pada mingkem” Tapi kalau Jakarta banjir Anis Habis-habisan di jelekin.
Sementara Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, menyiagakan Satgas 24 Jam untuk menangani musim penghujan dan cuaca ektrim,
“Sebanyak 5000 Personel dari UPK, Badan Air dan Suku Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, di siagakan ke lokasi rawan tumpukan sampah dan banjir kiriman, ungkap Syaprudin”, yang sekaligus PLT Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.
Menurutnya lagi kita bekerja sesuai SOP yaitu Standar Operasional Prosedur, penangan banjir di musim hujan.
Target kita bekerja dengan cepat sesuai arahan Gubernur DKI,
dengan melakukan terjun langsung ke titik lokasi rawan banjir yang bbiasanya paling parah.
Sumber Instagram @dinaslhdki

‌Penulis dan Editor Niko

BUKA..

Tinggalkan komentar