Pendiri Telegram” Angkat Bicara Masalah Aplikasi Pesan WhatsApp Tidak Aman.

Senzangwarna. com Bandung
Pendiri sekaligus Ceo Telegram Pavel Durov sudah lama tidak menyukai layanan pesan WhatsApp.
Ia berulangkali melontarkan kritikannya, sampai pernah meminta untuk menghapusnya kepada semua penggunanya.
Durov mempermasalahkan kebijakan privasi baru WhatsApp yang katanya lagi, WhatsApp sekarang mengharuskan penggunanya memasukan data pribadinya ke mesin pencari Facebook.
Durov” Mengklaim banyak banyak pengguna WhatsAp saat ini beralih ke Telegram sudah beberapa tahun kebelakang, bahkan Durov menyebut Whats App tidak aman.
Baca Juga:
. Kopdar Grup Media Sosial Facebook” Dapat Meningkatkan Ekonomi Masyarakat?

. Pesan Cat Milesi Coatings Kini Bisa Melalui Kami

. Grup Facebook SDKBB Terkena Sangsi, Dan dalam Proses Pemulihan Kembali

Menurutnya celah besar sering muncul di WhatsApp, Dia juga menyebut WhatsApp ibarat Kuda Troya, Kuda Troya adalah salah satu kisah Perang Troya mengenai tipu daya yang dilakukan oleh orang-orang Yunani untuk memasuki kota Troya dan memenangkan perang. … Program komputer jahat yang menipu pengguna agar mereka secara sukarela menjalankan program tersebut juga dijuluki “Trojan horse” atau “Trojan”.yang dimanfaatkan untuk memata-matai poto data penggunanya, kemudian ia juga melontarkan rasa tidak percaya terhadap Induk Facebook tersebut.
“Facebook telah menjadi bagian dari program pengintaian jauh sebelum mereka mengakuisisi WhatsApp. Naif berpikir bahwa perusahaan ini akan mengubah kebijakan setelah akuisisi,” paparnya.
Ia mengaku heran WhatsApp terus bermasalah soal keamanan sedangkan Telegram tidak. “Telegram, aplikasi yang mirip dalam hal kerumitan, tidak pernah mengalami masalah dalam skala berat seperti WhatsApp dalam 6 tahun sejak peluncurannya,” klaim dia.
Menurutnya, celah yang terus muncul dari WhatsApp adalah sebagai akibat dari kompromi antara Facebook dengan pemerintah atau lembaga intelijen. “Cenderung sangat jarang seseorang bisa tidak sengaja melakukan error keamanan yang besar, cocok untuk pengintaian, secara rutin,” tandasnya.

Pada awal tahun 2020, kembali Durov mengatakan WhatsApp adalah layanan berbahaya menyusul ponsel orang terkaya dunia, Jeff Bezos, diretas melalui file video yang dikirim via WhatsApp.
Diyakini, data penting di ponsel iPhone X Bezos bocor setelah ia menerima file video yang mengandung malware via WhatsApp. Facebook selaku pemilik WhatsApp mengklaim kelemahan bukan di WhatsApp melainkan di sistem operasi iOS.

www.mathewfurniture.com >>>

Namun menurut klaim Pavel Durov, seandainya Bezos memakai Telegram, ia takkan kebobolan. Itu lantaran WhatsApp punya banyak bug atau celah keamanan.
“Celah keamanan WhatsApp berupa video corrupt ini ada tak hanya di iOS tapi juga Android dan bahkan perangkat Windows Phone. Artinya, seluruh perangkat mobile yang diinstall WhatsApp,” tulis Durov di blog.
“Cacat keamanan ini tidak ada di layanan messaging lain di iOS. Seandainya Jeff Bezos mengandalkan Telegram ketimbang WhatsApp, dia tidak akan diperas oleh orang yang melacak komunikasinya,” paparnya.

Butuh Cat Milesi Coatings?

www.mathewfurniture.com >>>

WhatsApp mengandalkan penyandian atau enskripsi end to end, di mana diklaim pesan hanya dapat dibaca oleh pengirim dan penerima. Tapi menurut Durov, teknologi itu tidak secara absolut dapat melindungi privasi user.
Ia mengklaim, ada backdoor atau pintu belakang di WhatsApp yang dimanfaatkan aparat. “Aparat tidak senang dengan enskripsi, memaksa developer aplikasi menanam celah di aplikasinya,” klaim Durov.
“Saya tahu karena telah didekati beberapa dari mereka dan menolak kerja sama. Hasilnya, Telegram dilarang di beberapa negara di mana WhatsApp tak bermasalah dengan otoritas, yang paling mencurigakan adalah di Rusia dan Iran,” klaimnya.
Telegram punya sekitar 300 juta pengguna, sedangkan WhatsApp 1,5 miliar sehingga ada yang menilai Durov ingin menjatuhkan pesaingnya yang jauh lebih besar. Durov pun mengakui pendapatnya mungkin agak bias.
“Beberapa pihak bisa saja mengatakan bahwa sebagai pendiri aplikasi rival, saya bias saat mengkritik WhatsApp. Tentu saja begitu. Tentu saya menilai Telegram Secret Chats secara signifikan lebih aman,” pungkasnya.Nik/Sw

Source detik.com

Tinggalkan komentar