13.8 C
New York
Selasa, Mei 18, 2021
BerandaHomeBerqurban Sebagai Ibadah Yang Sangat Dicintai Allah SWT.

Berqurban Sebagai Ibadah Yang Sangat Dicintai Allah SWT.

Senzanwarna.com-Sebentar lagi atau tepatnya hari Jum’at 31Juli 2020 kita akan merayakan idul qurban.

Saat pandemi Covid 19 sedang melanda negeri ini, berqurban terasa luar biasa, bagaimana tidak, berqurban bagi orang islam adalah Sunnah Muakkad, sehingga bila dilaksanakan akan mendapatkan pahala yang besar.

Kata qurban berasal dari Bahasa Arab “Qariba” yang berarti dekat atau mendekatkan.

Qurban dimaksudkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, dengan mengerjakan sebagian perintah-Nya. Dalam qurban, dikenal juga istilah udlhiyyah yang merupakan nama untuk hewan qurban yang disembelih pada hari raya qurban. Selain itu, terdapat juga kata tadlhiyyah digunakan sebagai makna berqurban atau melakukan qurban.

Qurban merupakan ritual ibadah yang dilaksanakan oleh umat Islam. Pada hari raya qurban, dilakukan penyembelihan binatang ternak untuk dipersembahkan kepada Allah. Qurban biasa dilakukan pada bulan Dzulhijjah pada penanggalan Islam, tepatnya pada Hari Raya Idul Adha tanggal 10 Dzulhijjah.

Pada Hari Raya Idul Adha, diperingati peristiwa qurban dimana Nabi Ibrahim bersedia untuk mengorbankan putranya untuk Allah SWT. Melihat pengorbanan Nabi Ibrahim, Allah kemudian mengganti anaknya dengan seekor domba ketika waktu penyembelihan tiba.dikutip dari Kitabisa.com

Faedah dalam berqurban diantaranya:

1. Setiap helai bulu hewan kurban akan dibalas satu kebaikan. Rasulullah SAW bersabda, “Setiap satu helai rambut hewan kurban adalah satu kebaikan.” Lalu, sahabat bertanya, “Kalau bulubulunya?” Beliau menjawab, “Setiap helai bulunya juga satu kebaikan.” (HR Ahmad dan Ibnu Majah).

2. Sebagai ibadah yang paling dicintai oleh Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada amalan anak cucu Adam pada Hari Raya Idul Kurban yang lebih dicintai Allah melebihi dari mengucurkan darah (berkurban), sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan itu akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu-bulunya.”

3. Sebagai ciri keislaman seseorang. Rasul SAW bersabda, “Barang siapa yang mendapati dirinya dalam kelapangan lalu ia tidak mau berkurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat Id kami.” (HR Ahmad dan Ibnu Majah).

4. Sebagai syiar Islam. “Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).” (QS al- Hajj 22 : 34).

5. Mengenang ujian kecintaan Allah kepada Nabi Ibrahim (QS ash- Shaffat 37 : 102-107).

6. Sebagai misi kepedulian kepada sesama. Dalam hal ini, Rasul SAW bersabda, “Hari Raya Kurban adalah hari untuk makan, minum, dan zikir kepada Allah SWT.” (HR Muslim).

Republika.co.id.

Berqurban saat ini memang tidak sebanyak tahun kemarin, namun bagi sebagian orang tidak mengurungkan niatnya, untuk menyembelih hewan qurban yang mereka sudah niatkan, jauh dari sebelum corona melanda tanah air.

Banyaknya masyarakat yang menyembelih hewan qurban, tentu akan sangat istimewa bagi yang mendapatkan daging yang dibagikan, setelah beberapa bulan kebelakang lebih banyak berhemat.

Ini semacam kenikmatan bagi yang mengkosumsi hewan qurban tersebut.

Dengan berqurban tentunya Allah SWT akan menggantinya dengan imbalan yang lebih besar dibanding materi yang mereka keluarkan, seperti halnya Nabi Ibrahaim AS./Nik

Artikel Populer

Recent Comments