13.8 C
New York
Rabu, Mei 19, 2021
BerandaCovid-19Tradisi Tarawih Yang Hilang, Disemua Masjid Dan Mushola Akibat Covid-19.

Tradisi Tarawih Yang Hilang, Disemua Masjid Dan Mushola Akibat Covid-19.

Akibat covid-19, tarawih ditiadakan sementara.

Store — Demo

Senzangwarna.com-Mulai Tanggal 24/4/2020 Malam Jumat yang biasanya, semua masyarakat muslim bergegas Pergi Ke Masjid dan Musholah untuk melaksanakan Shalat Tarawih.

Namun kali ini ada yang beda, semenjak Pandemi Covid-19 melanda Negeri ini, semua Peribadatan dilakasnakan di rumah atau dengan keluarga,walau bertahun-tahun tradisi itu yang biasanya sangat meriah, kini ditiadakan.

Black Friday Promo Hosting Unlimited Indonesia

Puasa yang mulai dilaksanakan mulai hari Jum’at 24/4/2020 akan dilaksanakan oleh semua umat Islam di dunia.
Puasa sebagai “rukun islam yang ke tiga ini”, adalah ibadah wajib yang harus dilaksanakan setahun sekali. Bukan hanya di negara kita saja hal ini diberlakukan, namun di negara timur tengah juga ikut melaksankan seperti di negara kita, cara menyambut dan menjalani ibadah di bulan puasa Ramadhan tahun ini dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19.
Tetapi semua umat Islam harus mengubah pola pikir agar dan keyakinan dalam melaksanakan puasa kali ini, Sehingga nila-nilai Ramadhan tetap terasa.
Banyak orang beranggapan bahwa: ibadah akan lebih besar pahalanya seandainya dilaksanakan di masjid dan di Musholla dengan bersama-sama dibandingkan Shalat dilaksnakn dirumah, apalagi saat Ramadhan.

Sebalik mereka menyadari untuk saat ini, walau ibadah di Masjid akan lebih besar pahalanya dibanding dirumah, namun dengan kondisi saat ini dan untuk mengantisipasi terjangkitnya penularan Covod-19, mereka melaksanakan Ibadah di rumah,
demi menghindari terjadinya kerumunan orang dalam upaya memutus rantai penularan Covid-19 sesuai dengan protokol kesehatan yang diinstruksikan Oganisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Baca juga:

Pasien Corona Bisa Sembuh Dengan Plasma Darah, Apa Sih Plasma Darah?
Sandiaga Uno Pimpin Deklarasi Relawan Indonesia Bersatu Lawan Covid-19
Prediksi, Pandemi Covid-19 Akan Berakhir Bulan Mei 2020.

Di kutip dari laman Suara.com
Masjid Istqlal telah memutuskan untuk meniadakan kegiatan keagamaan. Rencananya bahkan, salat tarawih dan itikaf yang biasa dilakukan di bulan ramadhan juga akan ditiadakan.

Kepala Protokol Humas Masjid Istiqlal Abu Hurairah mengatakan mengatakan dua kegiatan itu termasuk dalam 17 ibadah selama bulan ramadhan yang ditiadakan. Tujuannya, untuk mencegah penularan virus corona atau Covid-19.

Tak hanya itikaf dan salat tarawih, bahkan kegiatan buka puasa bersama yang selalu dihadiri banyak orang juga ditiadakan.

“Jadi untuk shalat tarawih, buka bersama, iktikaf, tausiah itu semua dibatalkan ya, sudah resmi kemarin kami rapat, sudah enggak ada,” Selasa (21/4/2020).

Abu mengatakan, keputusan itu merupakan bentuk pelaksanaan imbauan dari Kementerian Agama, Gubernur DKI Jakarta dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait penghentian kegiatan keagamaan di tempat ibadah demi mencegah penularan Covid-19.

Tak hanya kegiatan ibadah, gerbang untuk para jamaah masuk ke kawasan masjid terbesar di Asia Tenggara ini pun juga ditutup. Penutupannya sudah dilakukan sejak 5 April lalu dan telah diperpanjang.

Sementara itu pemerintah di negara-negara Arab telah mengeluarkan instruksi tidak menyelenggarakan shalat Tarawih di masjid, dan shalat Tarawih digelar di rumah masing-masing warga.
Di kutip dari Kompas.com Pemerintah juga menyerukan umat Islam tidak melakukan ibadah iktikaf di masjid yang biasanya tradisi ini sangat meningkat pada bulan Ramadhan karena diyakini pahalanya lebih berlipat-lipat dibandingkan dengan di bulan lain.

Berbeda
Sesuai instruksi itu, di kota Kairo pada Kamis malam dan Jumat malam lalu, masjid-masjid tampak sepi karena tidak ada penyelenggaraan shalat Tarawih serta shalat Maghrib dan Isya berjemaah. Apalagi mulai pukul 21.00, jam malam berlaku hingga pukul 06.00 sehingga suasana kota Kairo sangat sunyi.

AFP/KHALED DESOUKI

Anak-anak muda Mesir menghiasi jalan di depan tempat tinggal mereka sebagai persiapan untuk bulan suci Ramadhan di Distrik Hadayek el-Maadi, Kairo, Selasa (21/4/2020).

Hal itu berbeda dengan suasana kota Kairo pada setiap bulan Ramadhan tahun-tahun sebelum ini. Saat itu, suasana sangat meriah dan warga Mesir memiliki tradisi begadang sampai waktu sahur.

Saat ini, Pemerintah Mesir terpaksa melarang penyelenggaraan buka puasa bersama dengan kaum miskin yang biasanya digelar di dekat masjid atau di tenda di pinggir jalan. Alasan pemerintah demi mencegah penyebaran Covid-19.

http://allunada.olshops.id

Acara buka puasa bersama tersebut populer dengan sebutan ”Mawaidul Rahman”.

Bagi kelompok menengah ke atas Mesir, yang sebelum ini memiliki tradisi buka puasa di restoran dengan mengundang teman dekat atau mitra bisnis, kini mereka meninggalkan tradisi tersebut. Apalagi banyak restoran dan kafe tidak beroperasi sejak akhir Maret lalu sesuai dengan anjuran Pemerintah Mesir.

Hal yang sama terjadi di Arab Saudi, di mana penyelenggaraan shalat Tarawih di masjid-masjid ditiadakan. Penyelenggaraan shalat Tarawih di Masjidil Haram, Mekkah, dan Masjid Nabawi, Madinah, juga ditiadakan untuk umum, kecuali untuk para pekerja dan petugas kebersihan di lingkungan dua masjid tersebut.
NIK/SW

http://mathewfurniture.blogspot.com

Artikel Populer

Recent Comments