Hikmah Puasa Saat Pandemik Covid-19.

Senzangwarna.com-Puasa Wajib Hukumnya bagi Umat Islam, yaitu sebagai ajaran dalam rukun Islam yang ke 4. Melaksanakan selama sebulan penuh, Bagi yang sudah aqil balig.
Sebagaimana dalam sebuah Ayat Al-qur’an, QS 183

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Puasa bukan hanya menahan rasa lapar dan haus saja, namun lebih ke perintah dan ajaran menjaga hawa nafsu, menggunjing orang, berdusta,
Berkata tidak benar dan dusta.
Puasa sebagai tolak ukur keimanan seseorang kepada Tuhan, tanpa harus orang lain mengetahui, sehingga dalam beribadah puasa, hanya Allah yang mengetahui, bukan manusia, sebab puasa adalah perintah wajib yang harus dilaksanakan selama satu bulan lamanya langsung dengan Allah, kenapa langsung dengan Allah? puasa sangat beda cara pelaksanaannya, kalau ibadah lain masih bisa dipandang orang lain,tapi dalam pelaksanaan puasa, tidak bisa dinilai oleh manusia sebab puasa adalah menahan goda’an hawa nafsu, sehingga dalam keadaan apapun ibadah puasa langsung kepada Allah.
Kita dalam posisi haus dan lapar, saat berada di rumah sendirian, apa yang harus kita lakukan?. Sementara orang tidak ada, bisa saja kalau kita tidak kuat, minum dan makan, setelah itu kita berkata kepada orang-orang, bahwa saya berpuasa.
Disinilah letak ibadah puasa, yang memang langsung kepada Allah, Allah tidak akan menutup mata kepada siapapun yang berbuat curang, dan Allah akan mengganjarnya dengan siksa api Neraka, atas perbuatan dustanya.

Hosting Unlimited Indonesia

Puasa kali ini memang sangat jauh dari biasanya, dalam pelaksanaannya, adanya wabah virus Corona yang sedang melanda negeri kita, menjadikan puasa sebagai penguji ketebalan keimanan kita Kepada Allah SWT.

Kita semua memang merasa prihatin dengan kejadian ini, dimana berpuasa kali ini, kita diharuskan berdiam dirumah, kalau selama ini saat akan tiba waktu berpuasa, semua kebutuhan pangan banyak yang naik, akibat banyaknya pembelian kebutuhan saat puasa nanti, saat ini kita di-didik untuk lebih sederhana.
Sulitnya bidang ekonomi masyarakat dan banyaknya yang terpapar kekurangan bahan sembako, menjadi kita lebih hemat dan sederhana.
Puasa sebelumnya banyak orang berbondong-bondong melaksanakan Tarawih berjamaah, di Mushola, Mesjid dan tempat lainnya, kini ditiadakan.
Adanya larangan berkerumun lebih dari 5 orang dari pemerintah, suatu yang baru bagi kita semua.
Namun Seorang Ulama dari Majlis Ulama Indonesia MUI, mengatakan Shalat Tarawih bisa dilaksanakan di rumah dengan keluarga, dan tidak mengurangi keistimewaan dari pahalanya, sebab menurutnya, ibadah sunnah boleh dilaksanakan dirumah bersama keluarga, walau biasanya dilaksanakan diluar rumah, ini memang penting, karena saat ini memang di negara kita sedang terjadinya wabah covid-19, sehingga apabila tetap dilaksanakan akan menjadi sangat riskan terjadinya penularan.

Hosting Unlimited Indonesia

Ibadah selain wajib tidak akan mengurangi amalan walau dilaksanakan sendirian, tanpa syiar, tanpa safari Ramadhan yang biasanya dilaksanakan karena ini sebagai bentuk syiar seorang Islam kepada ajarannya.
Selamat Berpuasa, semoga kita semua bisa terlepas dari wabah covid-19 ini, sehingga kita bisa melasanakan puasa dengan penuh kebahagian bersama Saudara-saudara kita di tanah air.

Penulis Niko/Senzangwarna.com

Tinggalkan komentar