Covid-19 Menjadi Tolak Ukur Ekonomi dan Sosial

Senzangsarna.com-Virus corona semakin hari semakin bertambah, sangat prihatin melihat situasi saat ini, banyak orang yang terjangkit covid-19 justru menularkan kepada korban baru yang justru sudah lebih awal melaksanakan social distancing, dengan kesadaran sendiri. Menggunakan Masker, terus mencuci tangan dengan air mengalir, namun tidak cukup hanya disitu, mereka membuat pagar hidup disetiap wilayah pemukiman mereka dengan membuat posko karantina bagi para pendatang dari luar daerah untuk di pantau dan di periksa, menyemprot desinfektan secara sukarela, membeli alat cairan ini, walau dari pemerintah juga banyak yang menyediakan.Penularan kali ini justru bukan orang yang nyata-nyata secara pisik, sudah terjangkit, namun justru orang tanpa gejala. (OTG) yang bisa saja dari saudara kita sahabat kita bahkan suami atau istri kita.
Black Friday Promo Hosting Unlimited IndonesiaKalau selama ini orang merasa takut kepada orang dalam pengawasan (ODP), karena sudah jelas gejalanya.
Gejala yang timbul saat orang terjangkit Covid-19, memang sangat jelas, deman tinggi terus menerus, batuk, sesak nafas, malah batuk bisa mengeluarkan darah.Hal ini bisa kita lihat nantinya ketika sudah ada pengujian laboratorium bisa dikatakan Positif atau negatif.
Baca juga:

Pengujian Labolatorium sampai tahap dua kali, Hal ini untuk memastikan apakah mamang benar positif atau negatif, pengujian labolatorium dua tahap biasanya ketika pasien dalam tahap penyembuhan atau perawatan.
Namun selanjutnya selama 14 hari mengharuskan Pasien mengkarantina mandiri, di rumahnya.

Virus corona menyebar melalui kontak jarak dekat, baik itu dari benda-benda yang ada disekitar kita, atau dari keringat dan udara, udara disini akibat terlalu dekat dengan yang sudah positif, maka dari itu disarankan untuk menggunakan masker, mencuci tangan, menggunakan sarung tangan.
Pola hidup sehat, makan makanan yang bergizi, tidur yang cukup dan banyak istirahat.
Kenapa virus ini sangat mudah menjangkit, Virus menjangkit ketika pasien dalam keadaan lemah.

Misalnya pasien diabetes, jantung. Atau sesak napas.
Namun hanya beberapa persen saja, semua orang berpotensi terjangkit apabila dalam keadaan kurang siap,
Tidak memakai masker, pisiknya lemah.sehingga dala keadaan sehat sekalipun.
Kabar yang sangat mengejutkan adalah: virus ini menyerang lewat mulut, dan hidung kemudian masuk ke paru-paru, Sehingga orang yang terinfeksi virus ini akan sesak.

Dampak Akibat Virus Corona.

Tersebarnya virus Corona atau Covid-19 di tanah air, menyisakan kedukaan yang sangat dalam, ribuan mayat mati sia-sia, ribuan orang kehilangan anggota keluarganya. Puluhan Dokter dan Perawat medis menjadi korban keganasan virus ini, ketika sedang bertugas menangani Korban di Rumah Sakit.

Ekonomi negara merosot tajam, dollar naik, para pengusaha banyak yang merumahkan karyawannya, angkutan umum, bis, kereta api dan ojek online (OJOL) tidak mendapatkan penumpang.
Sementara para pedagang merosot tajam dari penjualannya, baik itu pedagang keliling atau yang mempunyai kios, mall-mall banyak yang ditutup, bioskop dan industri Film nyaris lumpuh, tidak ada kegiatan, disamping itu sektor lainnya juga ikut lumpuh, seperti jalan tol pesawat terbang mengurangi jam terbang.
Industri olah raga.

Sepak Bola baik dalam dan luar Negeri, dari bulan Pebruari awal sudah banyak yang memberhentikan liganya, liga Champion misalnya.

Banyak dari pemain sepakbola yang terjangkit Covid-19 ini yang akhirnya mereka menyetop kegiatan yang mengundang banyak kerumunan masa.
Di dalam negeri memang terkesan lambat, ini diakibatkan belum sepenuhnya merebak, dan belum terlihat akan adanya gejala.

Namun pada awal maret 2020 Sepak bola tanah ahir akhirnya menyetop, dimana salah satu pemain Persib positif covid-19.Indonesia sendiri memang negara yang banyak Pulau, secara teritorial Indonesia adalah negara yang luas, penduduknya yang banyak tersebar diberbagai sektor industri dan perdagangan.

Pencegahan Corona di Tanah Air

Semakin meluasnya wabah Covid-19 akhirnya Pemerintah tahap awal memberi arahan untuk melaksanakan Social distancing, tujuannya untuk memutus mata rantai virus corona yang semakain meluas. Masyarakat menjaga jarak antara satu dengan yang lainnya.

Black Friday Promo Hosting Unlimited Indonesia

Namun ternyata tidak juga efektif dan akhirnya lockdown daerah, yang tentunya sebuah keputusan yang sangat berat bagi pemerintah, disatu sisi menganjurkan untuk mentaati peraturan pemerintah, disatu sisi pemerintah sendiri harus memberi jaminan kepada masyarakat dengan memberi bantuan, baik itu berbentuk sembako dan bantuan lainnya.
Tidak cukup sampai disitu ternyata setelah diterapkan lockdown yang terjangkit tetap saja semakin bertambah, ini yang akhirnya Gubernur Jakarta” Anis Baswedan mengambil sikap dengan membuat Peraturan baru yaitu Peraturan Standar Bersekala Besar (PSBB), tujuannya agar semakin dipersempit gerak masyarakat dalam melakukan kegiatan, sehingga penyebaran virus corona makin bisa dikendalikan. Setelah Lockdown tidak juga membuahkan hasil.

Kini dengan peraturan yang mungkin lebih ke semi, antara Lockdown skala nasional dengan Social Distancing disatukan.

Untuk tahap awal DKI Jakarta, dengan menyiapkan beberapa aspek, diantaranya Kepolisian, TNI, LSM, Aparatur Pemerintah setempat dan pemangku kebijakan.
Tidak sedikit Bantuan Sembako disiapkan untuk mengantisipasi gejolaknya kebutuhan masyarakat terutama kebutuhan sehari-hari.

Namun PSBB sendiri akhirnya, diberlakukan juga di daerah Penyangga lainnya, Seperti Depok, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi.

Dilanjutkan Di Daerah Tangerang Selatan menyusul.
Selanjutnya juga Kota Bandung.

Penulis Niko

Tinggalkan komentar