Pra Covid -19 Waktu Adalah Uang dan Saat Ini Waktu Adalah Pedang.

Senzangwarna.com- Diera ini perlu kita belajar dari dua pribahasa ini, yaitu.
TheTime Is money, dan al waqtu kassaif, waktu adalah uang, pribahasa ini memang sangat kental, dengan yang menyukai bidang ekonomi, perdagangan, bisnis, retail, dan marketing.
Kalau kita mengukur dari kapasitas dan kwantitas negara kita memang sedang kencang- Kencangnya membangun bangsa ini dari infrastruktur, jalan tol, kereta api, Pelabuhan, Bandara, bahkan Waduk, pepatah ini memang sangat Cocok. waktu adalah uang,

Tetapi bagaimana dengan pepatah yang satu ini.?
Al Waqtu Kassaif, yang artinya waktu adalah ibarat pedang. bila kita satukan dengan pribahasa diatas rasnya bisa jadi akan bertolak belakang.

Black Friday Promo Hosting Unlimited Indonesia

Waktu adalah ibarat sebuah pedang, tajam, bisa menghinis bagian tubuh yang mana saja.pedang apabila mengenai lawan akan melukai, pedang bisa juga dugunakan sebagai lambang keperkasaan penggunanya. Pedang disini adalah milik pribadi, waktu umur kita, perjalanan hidup, dan pembangunan, baik itu sebuah negara, komunitas, perusahaan, bidang usaha, bisnis, ketaqwaan dan juga keimanan.
Kalau sebelumnya banyak orang-orang berpikir ramainya pembangunan, bisnis, industri, pertokoan, marketing, dll.
Waktu adalah uang memang sangat cocok, karena persaingan yang begitu ketat sehingga tidak adanya rasa toleransi, baik itu secara usaha harga dan modal.
Mereka lebih simpel dalam berpikir yaitu uang adalah segalanya.
Bisa kita bayangkan, dahulu Indonesia sangat tinggi rasa toleransinya, Indonesia sebagai negara yang mempunyai sikap mengalah, bukan untuk kalah yang tinggi, kini jarang terlihat, masyarakatnya lebih sibuk mencari uang-uang, dengan uang apapun bisa dijangkau.
Komunikasi lewat gadjet, bekerja bisa sambil jalan, sambil liburan, bahkan bisa sambil belanja.
Time is money, pengaruhnya sangat kuat, orang banyak yang lupa kepada kematian, orang bisa lupa kepada sosial, budaya, toleransi, bahkan saudara kandung.

Baca juga:

Namun al waqtu Kassaif apa sama,
Sebagaimana sebuah pedang tajam yang kita pegang, setiap hari, kemana kita jalan berusaha, berbisnis, berdagang dll.
Pedang sebuah benda tajam, yang bisa kita gunakan untuk berperang, melawan musuh, mengukur keimann, sejauhmana pedang itu bisa menebas semua yang jadi penghalangnya.
Kalau saat ini negara kita, sedang jor-joran membangun sebuah bidang ekonomi, dengan time is moneynya.
Namun bagaimana dengan waktu adalah pedangnya, sementara negara kita sedang diserang wabah covid-19. Yang sudah mencapai ribuan terjangkit ratusan nyawa melayang,
Ribuan PDP, ODP, ratusan tenaga medis, perawat, yang tersebar setiap rumah sakit, namun tidak bisa menghentikan lajunya virus tersebut.
Dalam satu hari saja, dua ratus orang terkena penularan vurus ini diseluruh nusantara, ini berarti tidak epektif dalam mencegah gerak lajunya virus tersebut.
Negara kita saat ini tidak berlaku time is money.yang ada adalah waktu adalah pedang.
Waktu sudah tidak bisa diajak bermain main lagi.
Bahkan.sedikit saja bermain dengan waktu tangan dan kepala terhinis dari raga. Masyarakat sudah sangat setress dengan musibah ini, masyarakat sudah sangat terkuras dengan musibah ini, baik harta benda mereka.
Bagaimana dengan pemerintah, keduanya sama stressnya, kalau saja dari awal tidak menganggap remeh virus ini, mungkin saja tidak akan terjadi seperti ini, walau mungkin pemerintah sendiri menjaga agar tidak kepanikan di masyarakat.
Menurut kabar dari seorang sahabat saya virus ini sudah ada sekitar bulan Januari, lambatnya pemerintah dalam mengahalau penyebaran yang lebih luas sangat di sayangkan Bandara sangat Longgar sementara Negara lain sudah mulai menutup aktifitas bandara dan mengisolasi warganya.

Black Friday Promo Hosting Unlimited Indonesia

Banyak pernyataan dari orang yang justru bukan ahlinya, membuat semakin tidak adanya rasa kepada sesama, batasan penularannya semakin menjadi.

Awal mula virus corona ada di Indonesia, menurut Merdeka.com.

Pada tanggal 14 Februari 2020, pasien terinfeksi virus corona berdansa dengan WNA Jepang. Pasien berusia 31 tahun ini memang bekerja sebagai guru dansa dan WNA asal Jepang ini juga merupakan teman dekatnya. Selang dua hari, yakni 16 Februari 2020 pasien terkena sakit batuk.

Pasien kemudian melakukan pemeriksaan di rumah sakit terdekat. Namun, saat itu pasien langsung dibolehkan untuk rawat jalan atau kembali ke rumah. Namun, sakit yang dideritanya tidak kunjung sembuh. Hingga pada 26 Februari 2020, pasien dirujuk ke rumah sakit dan diminta untuk menjalani rawat inap. Pada saat inilah, batuk yang diderita pasien mulai disertai sesak napas.

Pada 28 Februari 2020, pasien mendapatkan telepon dari temannya yang di Malaysia. Dalam sambungan telepon tersebut, pasien mendapatkan informasi jika WNA Jepang yang merupakan temannya itu positif terinfeksi virus corona.

“Kemudian pasien tersebut memberi tahu perawat rumah sakit,” jelas Terawan.

Dipindahkan ke RSPI Sulianti Saroso

Mengetahui informasi tersebut, pihak rumah sakit langsung memasukkan pasien dalam status pemantauan terkait virus corona.

“Sehingga teman-teman dokter yang ada di rumah sakit tersebut menyiapkan diri standar perawatan pasien terjangkit positif corona,” jelasnya.

Setelah menjalankan tahapan pemeriksaan di rumah sakit lama, pasien kemudian dikonfirmasi positif terinfeksi virus corona. Kemudian, pasien langsung dipindahkan ke Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta Utara.
“Begitu dipindahkan langsung dicek.Hasilnya tadi pagi maka ditrackingsudah jalan, sehingga si pasien cewek ini bersama ibunya, dua-duanya dicek. Saat ini kondisinya baik, batuk sekali-kali,” kata Terawan

Kondisi Pasien Membaik

Menanggapi merebaknya berita terkait pasien virus corona, Menteri Kesehatan menegaskan kedua WNI dalam kondisi baik. Kedua pasien terinfeksi virus corona hingga saat ini masih dirawat di ruang isolasi RSPI Sulianti Saroso.

“Sekarang dua orang itu dirawat di rumah sakit Sulianti Suroso, di ruang isolasi, kondisinya baik,” kata Terawan di kantor Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta, Senin (2/3).

Lebih lanjut, Menteri Kesehatan Terawan mengatakan pasien tidak mengalami demam dan keduanya tidak kehilangan nafsu makan.

“Seperti Anda ini (sehat), bisa bertanya, bisa duduk, enggak sesak, tensi baik, nadi baik, saturasi 99 persen, tidak demam, tidak mual, tidak mencret, pokoknya tidak lah yang sakit sakit itu,” sambungnya.

Menteri Kesehatan menambahkan, pihaknya akan menunggu hingga lima hari untuk memastikan kesembuhan pasien. Hal ini juga telah disesuaikan dengan ketentuan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Karena ini belum lima hari dari hasil saya nunggu lima hari lagi, baru akan saya periksa lagi, karena itu ketentuan WHO untuk orang yang sakit, lima hari di cek ulang, bebas, lima hari baru bisa dikeluarkan,” tukas Terawan.

Inilah awal mulanya Virus Corona Menjangkit Indonesia, banyaknya tenaga asing khususnya dari Tiongkok yang datang hilir mudik menjadi semakin terbukanya penyebaran Covid 19 tersebut.

Senzangwarna.com

Tinggalkan komentar