Gizi Buruk 13 Kali Lebih Besar Kematian Bayi dan Balita

SENZANGWARNA.COM
World Health Organization, (WHO)
Meliris angka kematian Bayi dan Balita lebih Besar yang mengalami kekurangan Gizi,Bahkan bisa sampai 13 kali lipat kematian Balita disebabkan kekurangan Gizi dibandingkan balita bergizi normal.
https://panel.niagahoster.co.id/ref/282519

Gizi buruk atau dalam bahasa Medis sebagai Kwashiorkor kondisi dimana seorang kekurangan asupan yang mengandung Energi atau Protein,dimana tubuh membutuhkan perbaikan pembentukan sel-sel baru.

Sementara itu angka Guzi Buruk di kabupaten Bogor Jawa Barat mencapai angka 90.435 jiwa.
Mal nutrisi tahun 2020 86,678,terdeteksi total 454,433 balita yang ikut penimbangan di Pos yandu,(pos pelayanan terpadu).

Kepala Seksi Gizi sehat Kabupaten Bogor Toni Rohimat,mengatakan, dari 50 ribu penderita Gizi buruk pada Tahun 2015 naik hampir dua kali lipat menjadi 98 penderita.
Tahun 2016 sampai 2017 dan 2018 menjadi 58 ribu,membengkak diangka 79 ribu penderita,puncaknya Tahun 2019 100 ribu.
Data Dinkes Kabupaten Bogor,Kecamatan yang mengalami Gizi buruk,Kecamatan Caringin,kecamatan yang mendekati Perbatasan Sukabumi,dan kecamatan Sukajadi.

Dari Kota Bogor data terakhir Dinkes Kota Bogor jumblah penderita gizi buruk masuk diangka 54 kasus, wilayah yang ada di Jawa Barat dengan luas wilayahnya mencapai 118,5 km,dengan total Pendudunya Tahun 2017 sekitar 1,081,009,wilayah Kota Bogor yang terkenal tempat rekreasi dan kulinernya ini, namun lebih menurun, di banding tahun 2018 dengan 58 kasus.

Iklan PPC anda.

Tahun 2017-2018,Sebanyak 27 Kasus Gizi buruk di temukan di Kabupaten Bandung Barat,tahun 2017 Menurut Jabar ekpress, wilayah yang terkena gizi buruk berada di daerah selatan,seperti Cililin,Sindangkerta,Rongga dan Gununghalu,walau saat ini sudah ada penanganan secara rutin.

Menurut Dinas Kesehatan KBB,dari tahun ke tahun kasus gizi buruk cenderung menurun,dengan jumblah kasus 0,02 dari total balita yang ada di KBB yang mencapai 136,735 balita.
Pihaknya terus kordinasi dengan petugas kesehatan untuk memantau gejala gizi buruk,dengan cara mengecek secara validasi laporan masyarakat terhadap balita yang ber gizi buruk,untuk segera penanganan secara cepat.

Penulis dan editor Niko /SW.

Tinggalkan komentar