13.8 C
New York
Senin, Agustus 2, 2021
BerandaInformasi Desa Di IndonesiaDesa Mandiri Adalah, MasyarakatnyaYang Lebih Cenderung Kreatif Benarkah.?

Desa Mandiri Adalah, MasyarakatnyaYang Lebih Cenderung Kreatif Benarkah.?

Senzangwarna.com
Banyak desa di Negara kita tercinta ini sumber alamnya yang melimpah.

Salah satunya Bambu,kayu,rotan,kerang-kerangan dan lain sebagainya.
Namun sumber dari alam tersebut terkadang justru tidak bernilai dan hanya sebagai benda yang biasa.

Bambu salah satunya,bila kita berkunjung ke daerah Pasundan Jawa Barat,sangat banyak digunakan oleh masyarakat,untuk dijadikan sekat rumah,pagar bilik, dengan corak yang dipadukan dengan warna yang lebih gelap,sehingga terkesan seperti batik.

Bambu juga kadang menjadi sebuah penopang rumah sebagai reng atau sebagai rumah hunian,atau rumah makan.

See..http://mathewfurniture.blogspot.com

Bambu juga sebenarnya sangat bermanfaat untuk sumber air. Serumpun bambu dapat menahan air hingga 500 liter, menghasilkan oksigen di mana satu batang bambu cukup menampung cadangan untuk dua orang bernafas.

Artinya, serumpun bambu mampu menampung oksigen untuk menampung 200 orang bernafas. Selain itu bambu juga dapat menyuburkan tanah dan menahan tebing.

Bambu juga bisa juga dibuat sebagai kerajinan masyarakat Desa,membuat lampu hias,tempat termos,keranjang,dan kursi,namun dari semua olahan bambu tidak simpel,perlu adanya orang-orang kreatif dalam mendesain hasil kerajinan bambu tersebut,adanya pelatihan,dan pemberdayaan dari sebuah pemerintahan desa dengan mendatangkan ahli dalam bidang perbambuan,sehingga bambu bisa menjadi sebuah kerajinan tangan menjadi sebuah komoditi
saat ini masyarakat kita lebih senang dalam membuat Furniture berbahan kayu,disamping kuat juga harganya bisa disesuaikan.

Sulitnya bahan baku kayu juga bukan sebuah hambatan yang terlalu berat,untuk kayu jati misalnya,saat ini sudah sangat jarang,sehingga perlu adanya alternatif lain dalam pembuatan industri kerajinan mebel.

See..http://Allunada.olshops.id/

Langkanya kayu untuk membuat Furniture saat ini,bisa disiasati dengan kayu yang lain seperti kayu akasia,mahoni,mindi,suren,dan kayu lokal lainnya.

Baca Juga:

Akibat Kepala Desa Yang Tidak Paham Aturan,Berujung temuan Inspektorat dan BPK

Meneropong Dana Desa Di Jawa Barat Dan Inovasinya.

Kecamatan Bantar Gebang yang bisa menyerap ribuan Pemulung.

Tekhnik Produksi Usaha Kerajinan dan Produk Desa’ BUMdes.

Namun terkadang harga produksi lebih mahal dibanding harga jual.
Inilah sebenarnya masalahnya yang kadang dihadapi oleh masyarakat pedesaan yang berkutat dalam memproduksi furniture.

Memproduksi sebuah kerajinan yang bernilai memang perlu keahlian khusus,strategi pasar yang harus diseimbangkan,sebab hasil produksi baik akan mendapatkan nilai jual terbaik.Itulah kunci dalam membuat kerajinan dalam sebuah pedesaan
Bukan hanya laba tapi kualitas disingkirkan.
Survey yang saya dapatkan dimana sebagian pengrajin hanya membuat suatu bentuk, tapi tidak dibarengi desain yang memadai,menoton dan boros bahan.Kerugian-kerugian yang timbul sudah pasti adalah,barang tidak laku,harga jual rendah.Adanya sebuah bengkel (BLK ) yang dibuat oleh Desa misalkan ini sangat penting,bagi masyarakat untuk menjadi masyarakat kreatif,dalam menggali potensi alam yang ada di Desa tersebut.Badan Usaha yang bisa dibentuk dalam sebuah desa kreatif adalah Bumdes,Bumdes dalam hal ini sangat potensial dalam menggali Sumber alam yang ada di Desa tersebut,apalagi sumber alam dan masyarakatnya sudah terbiasa membuat bidang usaha.Bumdes disini bukan bukan dalam kapasitas menyaingi atau mematikan tentunya,tetapi bisa menjadi pasilitator bahan baku dan pemasaran yang lebih teroganisir secara tepat,sehingga tidak ada barang yang terjual dengan harga yang tidak semestinya.

Desa yang Kreatif juga adanya komunitas Masyarakat yang peduli terhadap Desanya,ini sangat bagus dalam mengelola hasil kerajinan tangan Masyarakat Desa,dengan cara memberi penyuluhan,pelatihan tekhnis mesin dan perkayuan,sistem venis yang murah tapi kualitas yang bagus.

Pengelolaan makanan,minuman dan hasil pertanian,diolah menjadi produk unggulan Desa.

Adanya UMKM yang tertata dengan baik,hasil olahannya sesuai standar yang sudah ditetapkan,sehingga daya jualnya bisa bersaing.
Meminimalkan produk luar masuk ke Desa,menjadi pemakai dan penjual hasil kerajinan kepada para pengunjung Desa.

Inilah Desa-desa kreatif yang tidak selalu mengharapkan besarnya dana Desa,tetapi masyarakatnya justru bisa mencari alternatif lain,walau kenyataan saat ini dana Desa juga sebagai ruh” pembangunan Desa.

Recent Comments