Akibat Kepala Desa Yang Tidak Paham Aturan, Berujung temuan Inspektorat dan BPK

Senzangwarna.com-Banyak kepala desa yang tidak memahami dalam pelaksanaan Pekerjaan, terutama kepala desa baru.
Sehingga terkadang menjadi penghambat dalam pembangunan.

See..http://Allunada.olshops.id/

Ketatnya pengawasan dalam melaksankan pekerjaan desa, menjadi sebuah pekerjaan rumah bagi kepala desa untuk tidak main-main dalam pengelolaan dana desa,

Sebab Saat inspektorat mempunyai standar pengawasan, salah satu dalam pembangunan, pengawasan dalam bidang kontruksinya, volume, bahan baku yang sudah SNI.

Inspektorat selalu akan mengevaluasi hasil kerja kepala desa dan perangkatnya. apakah SPJ nya sesuai dengan anggaran, pajaknya juga dibayarkan.?

Disini terkadang perlunya orang-orang yang mempunyai kinerja kerja bagus, sehingga dalam penyusunan SPJ sebagai surat pertanggung jawaban pedoman wajib yang harus dibuat oleh masing-masing perangkat desa, tidak mengandalkan kepala desa semata, Kepala desa hanya akan mengevaluasi, memberikan arahan kepada para perangkat Desa untuk bekerja sesuai tupoksinya.

Kecemburuan yang selama ini menjadi sebuah perdebatan menarik, seharusnya bisa dijadikan jawaban yang bisa mematahkan anggapan, manipulasi,anggaran membengkak tidak sesuai kapasitas, prangkat desa acuh dan tidak mau bermasyarakat.

Kalau saya melihatnya dari berbagai sudut, kepala desa yang tidak baik juga bisa mempengaruhi sebuah desa, dalam melaksanakan tugasnya sebagai pemerintah desa.

Disini sangat berperan kepala desa dalam menyikapi setiap permasalahan desa, sebab semua elemen masyarakat tidak semuanya sama mempunyai SDM yang bisa menyikapi komplik desa.
Malah terkadang menganalisa dari sumber-sumber yang tidak jelas.lawan politik terdahulu juga terkadang menjadi sebuah benalu yang menempel, dengan memberi hembusan hawa panas, mencari data-data untuk di jadikan sebagai acuan, gagal kepala desa sekarang.

See..http://mathewfurniture.blogspot.com

SDM perangkat desa yang tidak memahami sistem kerja juga terkadang menjadi penghambat pembangunan desa.

Bukan tanpa alasan ketika saya menulis artikel ini, banyak dari kepala desa tidak siap untuk mengemban tugasnya.
Satu contoh banyaknya temuan dalam sebuah kegiatan, pembangunan, pemberdayaan yang tidak sesua dengan RAB.
Ini penting dalan pembuatan SPJ, harus sesuai dengan bidang yang dikerjakan.
Faktor non tehknis salah satunya penyebab terjadinya hasil pembangunan tidak maksimal.

Apa saja Faktor non tehknisnya?
Salah satunya Faktor alam yang sulit untuk di Prediksi secara akurat.
Lingkungan yang tidak mendukung
Bahan baku barang yang tidak sesuai.
Pemborong dalam pengerjaan pembangunan tidak memahami tehnis kerja.
Faktor lain adalah masyarakat yang tidak peduli terhadap pembangunan desa.
Kebocoran anggaran juga sebagai penghambat berujung temuan Inspektorat, sehingga harus ada pengajian ulang.
Inilah beberapa Faktor dalam tugas Kepala desa yang akan membangun desa yang lebih baik.

Kalau saja saya memaparkan semua faktor yang ada disetiap desa, sungguh sangat banyak, tidak bisa kita hitung hanya dalam satu jari.
Semua kepala desa dan perangkat desa sangat memahami , bahwa dalam membangun desa tidak semudah yang kita bayangkan.
Tetapi bukan pekerjaan sulit pula apabila semua saling mendukung, satu sama lain.
Adanya saling sinergi antara masyarakat dan kepala desa dalam sebuah program desa, inilah menjadi kekuatan dalam membangun pembangunan desa.

Pengertian membangun disini, bila kita artikan adalah,bukan hanya sebatas infrastruktur, namun kepada jiwa manusianya, mau bekerja, memahami setiap program desa, tidak menghambat, apalagi merusaknya.

Penulis Niko/SW.

Tinggalkan komentar