Menyikapi Sidak’ Pembuang Sampah di Lembang Oleh Channel Bangbara.com

Bandung Barat-Senzangwarna.com
Menarik memang,sehingga bisa terus berlanjut ke wilayah lainnya.namun sampai kapan.?
Ini yang jadi pertanyaan.
Jangan masalah sampah ibarat menjaga tanaman panen,selalu dijaga agar burung tidak bisa memakan tanaman tersebut,sehingga bisa memetik hasil panennya.
Namun bagi pembuang sampah bukanlah burung yang tidak mempunyai otak dan akal.
Tapi disini berbicaranya manusia.
Seharusnya tidak mesti harus di jaga,seandainya kesadaran kita pentingnya tidak membuang sampah sembarangan.
Ada dua aturan yang bisa menjerat orang tidak membuang sampah sembarangan.
Pertama adalah aturan Masyarakat lokal yang memberlakukan kepada pembuang sampah sembarangan, adanya sebuah sangsi khusus diberlakukan.

Kedua Sangsi Perda,ini mungkin lebih keseluruhan tidak mencakup kesebuah wilayah tertentu.
Tahun 2010 bila kita lihat TPA Bantar Gebang Kota Bekasi, nyaris sebagai wilayah yang sangat buruk dari sampah,khususnya jalan Siliwangi Dan Narogong,banyaknya sampah dari DKI yang diangkut secara asal asalan.
Bau busuk setiap jalan,banyaknya pembuang sampah yang mengikuti akibat ceceran sampah tersebut.

Kami saat itu dengan puluhan LSM dan Komunitas lainnya mencari solusi, bagaimana sampah tidak berceceran,dan tidak mengganggu masyarakat.
Solusinya ternyata itu.
Duduk bersama dan pecahkan bersama instansi terkait,setelah itu disampaikan ke Dinas Kebersihan DKI oleh Dinas Kebersihan Bekasi diapresiasaikan,itupun bukan lantas selesai, kalau warga Masyarakatnya tidak peduli,dengan terus menjaga dan mengawasi dan banyaknya aduan dari yang terkena dampak.
Hasilnya luar biasa.
Bisa kita lihat,walau tidak separah dulu.
Jangan terlalu jauhlah sampai Ke Bekasi yang dana hibahnya aja bisa mencapai 719 M,ini baru dana hibahnya.
Kalau misal diganti recehanpun entah berapa truk.

Saya berbicaranya di Bandung Barat untuk saat ini dengan dana yang sangat timplang,menurut info yang saya dapat,tidak mencukupi untuk dibuat maksimal,dengan kata lain orang Bekasi bilang “kaga Danta’
Membuat ini kurang,membuat satunya lagi tidak mencukupi,seakan mustahil,tidak bisa dijadikan sebagai patokan keberhasilan (tidak bisa maksimal).

Begitu juga kemauan saja tidak akan pernah mencapai klimaks,karena untuk menuju menjadi maksimal adalah dana yang cukup,kemauan juga ada,inilah sebuah program yang akan berhasil.
Dengan membuat aturan yang bisa menjerat kepada siapapun.

Tidak ada maksud mengecilkan jerih paya para sahabat saya semua, Banyaknya komunitas peduli lingkungan dan sampah di KBB, tetapi bila kita lihat, lebih banyak lagi si pembuang sampah sembarangani,ini adalah fakta,
Seandainya tidak ditanggulangi.

Sudah pasti kita akan terus seperti menjaga pertanian yang akan dimakan oleh burung.
Diiawasi tidak pernah akan hinggap,namun ketika orangnya pergi,serbuan akan datang.
Begitulah sampah,sampah tidak akan pernah hilang, ketika sampah lebih besar dari kemauan dan kesadaran kita terhadap sampah.

Penulis dan editor Niko
Senzangwarna.com

Tinggalkan komentar