13.8 C
New York
Senin, Juli 26, 2021
BerandaTOP STORIESHati-Hati Pasang Hiasan Kaligrafi di Dinding Rumah! Ini Penjelasannya!

Hati-Hati Pasang Hiasan Kaligrafi di Dinding Rumah! Ini Penjelasannya!

Beberapa waktu lalu, kita dikejutkan dengan penemuan sebuah kaligrafi Asmaul Husna melingkari pusat yang bertuliskan ‘qitmir’. Karya kaligrafi tersebut banyak dipajang di rumah-rumah penduduk, yang mereka tak tahu arti dan maknanya. Tahukah kalian apa arti ‘qitmir’? Qitmir disebut sebagai nama anjing dalam kisah Ashabul Kahfi. Nama itu dusta. Namun yang lebih menyakitkan lagi adalah Asma Allah yang melingkari tulisan qitmir, penulis wafaq tersebut seolah menisbatkan kepada anjing yang kotor dan bernajis. Na’udzubillahimindzalik. Segera turunkan dari dinding rumah Anda!

Mereka menganggap hal tersebut sebagai salah satu azimat (jimat). Di beberapa daerah, jimat dianggap menjadi ‘senjata’ bagi pemiliknya. Jimat keberuntungan, untuk membuat pemiliknya selalu beruntung. Jimat rezeki, untuk membuat pemiliknya selalu mendapatkan uang agar kaya. Jimat kesuksesan, memercayai bahwa sukses bisa dibuat melalui jimat yang selalui ia bawa. Padahal, memiliki dan memercayai bahwa sesuatu bernama jimat bisa mendatangkan keberuntungan, kekayaan, kesuksesan, sangatlah dilarang oleh Agama Islam. Itu sama saja termasuk syirik, menyekutukan Allah dengan selain Allah.

“Sesungguhnya jampi-jampi, jimat, dan pelet adalah kesyirikan”, begitu sabda Rasululullah yang diriwayatkan secara shahih oleh Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban.

Mempercayai jimat termasuk mempercayai ada kuasa selain Allah. Padahal, kuasa Allah Subhanahu Wa Ta’ala hanyalah satu, Yang Maha Esa, Yang Maha Pemberi Rezeki, Yang Maha Pengatur, Yang Maha Kaya, dan Yang Maha Segalanya. Namun pertanyaannya, bagaimana jika itu berbentuk kaligrafi nama Allah yang digantung di rumah layaknya hiasan? Bolehkah menggantungkan benda tersebut menurut ajaran Islam?

Perhatikan! Apakah terpenuhi tiga syarat yang diriwayatkan oleh Al-Ilaj Bir Ruqa dari Kitab was Sunnah hal. 82-83, sebagai berikut?

  1. Harus menggunakan kalam Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Sifat Allah, Asma Allah, ataupun sabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam;

Boleh dipasang asalkan itu benar-benar cuplikan utuh ayat-ayat Al-Qur’an, yang tidak boleh dipotong di tengah kalimat (karena akan mempengaruhi artinya). Bisa juga bertuliskan asma Allah yang paling baik, yaitu Asmaul Husna. Selain mengingatkan pemilik rumah atas segala sifat Allah, Asmaul Husna juga bisa menjadi pengingat untuk doa yang kita panjatkan. Gunakan Asmaul Husna untuk memuji Allah, baru diiringi dengan doa. Selain itu, hadits nabi yang shahih juga boleh dipajang, asalkan diletakkan di tempat yang sesuai. Misalnya, hadits tentang cermin yang dipasang di cermin atau di dekatnya.

  1. Menggunakan Bahasa Arab ataupun bahasa lain yang dapat dipahami maknanya;

Lebih baik, gunakan Bahasa Arab atau bahasa pertiwi, Bahasa Indonesia, yang dipahami oleh seluruh rumah dan tamu yang datang. Barangkali dengan adanya hiasan tersebut menjadi amalan jariyah yang terus mengalir ketika orang lain melihat dan membacanya.

  1. Tertanam keyakinan bahwa benda itu hanya fasilitator pengingat Allah.

Manusia sering lupa. Oleh karena itu, bisa dibantu dengan benda-benda seperti ini sebagai pengingat. Kalau niat sudah diubah dengan benar, In syaa Allah, perilaku tersebut tidak dikatakan haram (tidak menyekutukan-Nya). Kita hanya menggunakan benda tadi sebagai sarana untuk mengingatkan kita.

Walaupun ‘pengingat’ tersebut dipajang di dinding atau almari kaca di ruang tamu, benda-benda tersebut bukanlah hiasan. Jangan sebut itu sebagai ‘hiasan’ atau bahkan ‘jimat’! Mutlak sebagai benda yang tertulis di dalamnya firman-firman Allah atau sabda Rasulullah.

Semua itu bernilai Islami sebagai pengingat kita di kala pemilik rumah lupa. Juga mengingatkan para tamu yang datang. Bisa jadi, seorang tamu berkunjung ingin curhat atau marah-marah kepada tuan rumah, setelah membaca tulisan Islami di dinding maka seketika itu juga redam emosinya.

Gunakan bahasa yang mudah dimengerti dengan Bahasa Arab di atasnya. Sebab, dengan begitu setan tidak mau masuk ke rumah karena di dalamnya terdapat ayat Allah yang membuat mereka kepanasan

Sumber Bernas.id

Recent Comments