Bantar Gebang Dahulu Sepi, Kini Banyak Yang Berubah.

Bantargebang-Senzangwarna.com

Kelurahan Bantar Gebang yang dulu sebagai kelurahan yang penuh dengan berbagai macam buah buahan lokal, kini sudah tak lagi kita temui.
Buah rambutan, dukuh, durian dan kokosan adalah nama buah yang banyak kita temui di Bantargebang saat itu.
Dimasanya buah ini memang kerap menjadi buah primadona bagi tengkulak dan para penjual.

Terbukti banyak para tengkulak luar daerah datang dan memasok buah-buahan, khususnya rambutan dari Bantar Gebang.

Seandainya saat itu kita sudah menggunakan Smart phone seperti saat ini, Pasar Bantargebang ibarat lautan merah, sangat indah untuk pengambilan gambar.

Dari Simpang Masjid,( saat ini Masjid Al -Ittihad ) Sampai Jalan H Djole, Perapatan Sawo, menjadi tempat menjual buah-buahan rambutan, dukuh dan durian.

Ini bukan Candi Borobudur,tapi tumpukan sampah di TPA.

Desa yang becek dengan tanahnya yang merah, kerap di musim-musim penghujan orang malas keluar rumah.
Adanya pesawahan dan rawa yang lumayan luas, ketika musim hujan terkadang memutus jalur perekonomian masyarakat yang akan melakukan aktifitas.

Rawa azan, salah satunya, rawa yang kerap banjir, bertahun tahun menjadi sumber air dari perkampungan, terkadang menjadi sangat sulit di lewati, aliran air yang terus mengalir dan lumpur yang lengket. kadang tidak sedikit yang terbawa hanyut/terpleset.

Ada 3 rawa di Bantar Gebang yang menjadi legendaris, saat ini.
Rawa manyar, Rawa azan dan Rawa Gula.

http://www.mathewfurniture.com

Asal muasul dari tiga nama itu memang tidak ada yang bisa membuktikan siapa yang memberi nama.
Namun bisa saja dari ketiga nama itu, karena ada yang mendekati bukti.

Yang pertama mungkin ada yang mengumandangkan suara Azan” saat panggilan shalat tiba,karena biasanya dalam lapangan luas suara tiba-tiba muncul dari kejauhan terbawa angin ( versi penulis).

Kedua Rawa Manyar
Banyaknya burung Manyar yang menghinggapi rawa-rawa tersebut, yang akhirnya disebut Rawa Manyar.

Tahun 80an Memang burung Migran ini kerap kita jumpai di setiap pelosok Desa, banyaknya pohon besar dan pesawahan yang luas menjadi daya tarik burung-burung mirgan ( Musiman) tersebut untuk berkembang biak dan mencari makan di pesawahan dan rawa yang banyak ditumbuhi rumput dan padi-padian.

Ketiga rawa Gula
Rawa Gula yang letaknya memang tidak seperti dua rawa tadi, ditengah sebuah perkampungan masyarakat, yang lebih sering menyebutnya Lapangan gula.

http://www.mathewfurniture.com

Pengertian dan nama Bantar Gebang

Selanjutnya adalah, Penamaan Desa Bantargebang, memang penamaan nya terbilang unik dan penuh sejarah. ada beberapa versi.
Menurut cerita para tokoh’ Bantar Gebang, Bantar Gebang yang kalau kita dijabarkan menjadi tiga arti.

Yang pertama adalah Nama Ban, atau sabuk pengikat badan atau amben. Awalan kata Bantargebang.

Tar, yang artinya pelataran rumah.
Dan Gebang adalah sebuah pohon.
Pohon Gebang,dalam berbagai penyebutan pohon gebang adalah. nama sejenis palma tinggi besar dari daerah dataran rendah. Pohon ini juga dikenal dengan nama-nama lain seperti gabang, gawang, pucuk, lontar utan, pocok, ibus, silar, kuala, dan lain-lain. Nama ilmiahnya adalah Corypha utan.

Untuk lebih jelasnya bisa mencari tau sejarah nama Bantar Gebang itu sendiri di Kulurahan Bantar Gebang.

Penemu daerah ini adalah seorang Laki-laki bernama Sarif Hidayat, seorang menantu Raja Fatah (Raja Demak) yang kala itu diutus untuk mengurus Pemerintahan dan menyebarkan Agama Islam ke daerah Cirebon, Tasikmalaya dan Banten, karena pada waktu itu daerah tersebut masyarakatnya masih memeluk Agama Hindu.

Kemudian Syarif Hidayat menetap hingga Wafatnya dikampung Bantargebang, dengan nama “ Embah Kiyai Wali Husen (Embah Husen) yang lokasi makamnya sendiri terletak di Pangkalan 1B.

Iklan anda.

http://www.mathewfurniture.com

Kelurahan yang sebagian wilayahnya Perkampungan dan sebagian Perumahan ini,ditopang oleh beberapa desa yang secara sejarah masuk ruang lingkup Desa Bantar gebang yang sudah menjadi Kecamatan, tentunya disini penulis juga memberi perubahan dalam penyebutan Desa Menjadi Kelurahan dikarenakan masuk Wilayah Kota, bukan Kabupaten.

Yang paling selatan adalah Kelurahan Cikiwul, perbatasan antara Desa Pasir angin-Bogor.
Bagian Timurnya adalah Desa Padurenan atau Kelurahan Padurenan, yang dibatasi Oleh Pesawahan.
Dan bagian Utaranya adalah Kelurahan Bojong Menteng.

Bantar Gebang yang masuk ke wilayah Kota Bekasi timur ini, memang banyak yang mengatakan adalah Desa tempat sampah dan bau, namun dari berita- berita itu,Bantar Gebang justru berbenah terus, banyaknya jalan yang tadinya berlumpur dan licin, nyaris tidak lagi ditemui, dari Infrastruktur, Bantar Gebang termasuk sangat cepat.

Sampah Di Bantar Gebang

Dikutip dari Suara.com.

Sebagai kompensasi bau sampah Bantargebang yang dihirup warga Bekasi Jawa Barat, Pemkot setempat mengajukan anggaran dana hibah sebesar Rp 367 Miliar. Selain itu, Pemkot Bekasi juga mengajukan dana kemitraan sebesar 351 Milyar.

Dengan demikian, Pemkot Bekasi mengajukan dana hibah ke DKI Jakarta dengan total Rp 718 milar di tahun 2020 mendatang.

Sementara Sumber dari Warta Kota.
Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bekasi memprediksi dana kemitraan dari Provinsi DKI Jakarta akan diterima Kota Bekasi pada Juli 2019 yang mendatang, artinya sudah cair bila dihitung dari bulan lalu (penulis)

Dana kemitraan sebesar Rp 423 miliar tersebut bakal dialokasikan untuk penataan infrastruktur di wilayah setempat.

“Dana kemitraan untuk proyek lanjutan pembangunan jalan layang atau flyover Rawapanjang, Cipendawa dan proyek lainnya,” kata Kepala BPKAD Kota Bekasi Sopandi Budiman.
Sopandi mengatakan, dana tambahan sebesar Rp 423 miliar akan digunakan untuk pembangunan lanjutan flyover Cipendawa dengan dana Rp 286 miliar, flyover Rawapanjang Rp 117 miliar, pembuatan saluran di bawah jalan tol (crossing) Buaran sebesar Rp 15 miliar, dan penerangan jalan umum Rp 5 miliar.

Bantargebang memang bau”, namun bisa kita ambil dari sisi lainnya untuk Kota Bekasi, disatu sisi Bantar Gebang adalah wilayah tempat Pembuangan Sampah Akhir TPA, sampah yang menjadi mutiara.

Banyak yang menilai sampah di Bantar Gebang sudah sangat memprihatinkan secara pengelolaan, ceceran dan air yang mengandung timbal racun, dan tentunya bau yang menyengat sudah harus menjadi perhatian serius dari Pemerintah setempat, khususnya untuk kesehatan Masyarakat Bantar Gebang Pada Umumnya.

Bantar Gebang adalah sebuah Kecamatan di Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat,
Kecamatan ini terbagi menjadi 4 kelurahan yang meliputi:
Kelurahan Bantargebang: luas 406,244 Ha
Kelurahan Cikiwul: luas 525,351 Ha
Kelurahan Ciketing Udik: luas 568,955 Ha
Kelurahan Sumur Batu: luas 343,340 Ha.

Penulis adalah Putra Bantar Gebang Tinggal Di Bandung
Penulis dan Editor Niko.

Bila artikel ini bermanfaat silahkan share

Tinggalkan komentar