13.8 C
New York
Senin, Agustus 2, 2021
BerandaPoliticsDari Buah Durian" Kepala Desa Menjadi Bupati Dan Walikota

Dari Buah Durian” Kepala Desa Menjadi Bupati Dan Walikota

Senzangwarna.com.‌ Kampanye pilkades era Tahun 80an menggunakan symbol buah- buahan,sebuah arti kedekatan, kekuatan dan rasa tanggung jawab kepada Desa,yang nanti mereka akan pimpin.

Gambar-gambar itu sudah tidak lagi buming saat ini.Gambar buah-buahkan yang sering kita temui bahkan, menikmatinya,bahkan banyak pula yang menjadi symbol ke daerahan, ini untuk menjadi lebih dikenal,namun saat ini lebih ke cara yang lebih modern,yaitu banner dan baliho, walau di Desa lain masih banyak digunakan dengan symbol buah- buahan ketika pemilihan kepala Desa.

http://mathewfurnifure.blogspot.com

Cakades saat ini sudah sedemikian modern,sama meriahnya dengan calon legislatif kemarin.
Tidak bisa kita pungkiri,dari waktu ke waktu, Masyarakat sudah sangat memahami, ketika terpajang sebuah baliho besar, dengan nama dan nomer urut,dalam sebuah foto berpeci hitam, berdasi abu-abu, dan setelan jas bewarna hitam berdasi.

Hadirnya Potoshop dan kamera canggih dari smart phone kadang menjadi sebuah penunjang dalam edit mengedit,sehingga tampilannya terlihat beribawa dan gagah.

Poinnya adalah, bukan apa adanya.Sebagai calon kepala Desa yang akan memimpin selama 6 tahun, bagai Masyarakat Desa adalah, sebuah hajat dalam sebuah perubahan Desa.

Menjadi kepala Desa saat ini memang bukanlah jabatan yang dianggap ringan,dengan banyaknya Masyarakat yang kritis,tentunya harus didukung skil dan kemampuan dalam menjalankan politik desanya,begitu juga semua Prangkatnya,harus pandai,terdidik,amanah,menjadi pelayan Masyarakat yang baik.

Baca Juga:

Lain dulu lain sekarang, lain Desa pastinya lain pula sistemya, saat ini menjadi kepala Desa harus melek dengan situasi, dengan keadaan,bukan hanya mengetahui anggaran Desa yang besar, yang hampir mencapai 1,8 M pertahunnya, (Wilayah Tertentu) sehingga bila dihitung angka yang sangat besar itu, banyak dari masyarakat tergiur untuk mencoba menjadi kepala Desa,dan mempunyai hasrat membangun Desanya, mereka beranggapan, lebih mudah dengan anggaran yang besar tersebut untuk membenahi sebuah Desa.

Mau belanja online terbaik?

coba deh Alluna Online Shops.

https://allunada.olshops.id/

Kepala Desa akan membangun apa yang semestinya Masyarakat butuhkan,sehingga dengan adanya dana Desa,Kebutuhan Masyarakat masalah Infrastruktur akan tercapai dengan cepat.

Pertanyaannya adalah:
Apakah cukup hanya membangun desanya saja.? Dengan angka besar itu?
Banyak pengertian disini dalam artian membangun Desa, sebab Belum tentu membangun jiwa Masyarakatnya Menjadi lebih baik.

Apakah masyarakatnya juga akan terbantu dengan pelayanan dari kepala desa baru tadi, dengan para perangkatnya.?Banyak dari beberapa Desa pembangunan sebuah infrastruktur, pembangunan,sementara Masyarakatnya tidak pernah menyentuh hasil dari pembangunan itu sendiri, bahkan terkesan mubajir.

Kesampingkan dana besar tadi,bila daya kelola yang tidak benar,system yang amburadul,kinerja kerja yang acak- acakan,mencari keuntungan dari aggaran yang mereka telah keluarkan saat kampanye dulu.

Sehingga terkadang Desa hanya sebuah Desa mati’ yang tanpa kegiatan,tanpa ada pemberdayaan,
Tanpa pembangunan bahkan tanpa berpenghuni.( Merantau).

Lantas kemana dana Desa itu sendiri? Sedang dana Desa itu sendiri harus tuntas dalam satu tahun dikelola.
Sebab ini akan berpengaruh ke tahun berikutnya,terutama tuntutan dari inspektorat dan BPK.

Disini kita bisa melihat transparansi seorang kepala Desa diuji.
Sampai mana dana Desa itu digunakan.

Lain ladang, lain belalang, semua kepala desa mempunyai kebijakan berbeda,jangan kita berharap hanya dari Kepala Desanya saja,tetapi kita sendiri malas untuk berbuat,kita sendiri menjadi Masyarakat Masif.

Ketidak pedulian,kecurigaan yang terlalu besar, menghambat dalam segala program Desa,inilah yang kadang menjadi sebuah batu sandungan kemajuan Desa,tidak adanya rasa saling memiliki sebagai warga Desa,ketika ada permasalahan Desa,mereka lebih menyukai menyampaikan dengan cara-cara mereka sendiri,tanpa musyawarah apalagi berembuk.

Tidak semua tulisan saya diatas dikatakan Benar,banyak dari Kepala Desa Justru mendapatkan sebuah Reward besar dari Masyarakat,Bupati Gubernur,bahkan Presiden.

Suatau kebanggaan bagi Desa, seandainya itu didapatkan dengan cara perjuangan dari sebuah Desa.

Namun bisa juga menjadi sebuah citra buruk ketika mencapai kegagalan.
Gerbang politik akan sangat mudah didapatkan dari seorang Kepala Desa untuk membangun negeri ini.Dengan menjadi Camat,Bupati,Bahkan Walikota nantinya,modal politik dan kinerja kerja yang baik,tentunya ribuan bahkan jutaan mata menilai, ini seorang yang layak dan memenuhi syarat.

Semoga saja para Kepala Desa yang saat ini menjabat,menjadi kepala-kepala Desa yang amanah,jujur, sehingga menjadi jembatan antara Masyarakat Desa dan Pemerintah Menjadi lebih baik.

Editor Niko/SWPenulis Niko.

Recent Comments