Grup Rebab” Yang Mulai Tidak Ada Lagi Interaksinya.

Grup Rebab atau Reueus Babarayaan ini,kini mulai pudar,setelah ketuanya sendiri disibukan oleh aktifitas tugas kerjaannya yang banyak memakan waktu.

Dibuat dari Dasar kecintaannya terhadap kekeluargaan sesama orang Sunda,Asep Rahmansip membentuk Grup Rebab 4 Tahun yang lalu,yang ketika itu masih sangat rame dan penuh antusias.

Memang Grup Facebook pasti akan mengalami pasang surut,apalagi yang anggotanya hanya sekitar 1500 orang saja,
Banyaknya grup bermunculan setiap Medsos sedikit berpengaruh,sehingga terkadang rasa jenuh pada fasenya.

Grup Rebab memang Grup Facebook yang membatasi anggotanya,sehingga di buat Grup tertutup,tetapi grup yang lebih mengedepankan Guyon ini,sempat eksis dua tahun yang lalu.

Terbukti setiap mengadakan Kopdar,atau kopi darat selalu rame dan anggotanya selalu hadir.
Kopdar pertama di Situ ciburuy,Keduanya di Cirata,yang saat itu,ada seorang pasilitator Kang Den Santana,sayang akunnya sudah ada yang bajak.

Selanjutnya di Bukit Paniisan Parongpong Kabupaten Bandung Barat,dan yang terakhir Di cafe Classic Bandung.

Di buat rasa saling dekat dan kekeluargaan inilah kuncinya,tidak mengenal latar belakang,dan profesi yang di gelutinya,semua sama.

Diantara Grup Facebook yang bisa di jalin dengan Grup Rebab antara lain,D’Cakakak yang di Gawangi Oleh Kang Dewa Dasadra Ebell dan Kang Hade Sukma.

Sementara Grup BSE (Bobodoran orang Sunda Euyyy),yang di gawangi oleh Kang Syahril Ramdani juga masih eksis.

Sementara Grup yang terus eksis dan lebih ke Sosial dan Budaya ini Gemastama,yang di Gawangi oleh Aki Gempur,walau sempat rame pra pemilu dan berita Politik ekonomi,sehingga tidak sedikit yang mempertanyakan masalah grup ini.

Untung saja Seorang Pengurus juga seorang Admin yang kadang Dengan jargonnya,”Punten kapayun” ini,bisa mengendalikan Grup sehingga terus eksis sampai saat ini

Sementara Grup Rebab semakin tidak terlihat geliatnya,walau anggotanya sendiri banyak yang menanyakan.

“Grup apa kuburan..!!,

Inilah media sosial yang kadang rame tapi kadang ada masanya.

Tetapi walau terlihat sepi anggotanya,namun banyak yang eksis di grup lain.dan grup rebab bagi saya adalah sebuah Grup yang bisa mewadahi,sampai saat ini,dan kita merasa ini adalah tempat kami bertemu, menjadi sebuah ikatan persaudaraan.rame atau tidak persaudaraan tidak akan pernah mati.

Penulis adalah admin Grup Rebab
Niko.

Baca juga liburan ke Bogor,dan Gua-Gua yang ada di Bandung Barat,di kemas dalam bentuk artikel

Mau Liburan? Coba Ke Bogor aja!

Mau design furniture rumah anda.coba aja clik

http://mathewfurniture.blogspot.com

Tinggalkan komentar